Biografi Imam Ibnu Mahamili

 
Biografi Imam Ibnu Mahamili

Daftar Isi Profil Imam Ibnu Mahamili

1. Kelahiran
2. Wafat   
3. Guru-guru beliau
4. Murid-Murid
4. Pujian Para Ulama kepada Imam Al-Mahamili
5. Karya-Karya

Kelahiran

Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Al-Qasim bin Isma'il bin Muhammad bin Isma'il bin Sa'id bin Aban Ad-Dabbi Al Mahamili atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam Ibnu Mahamili lahir pada tahun 368 H di saat Baghdad menjadi pusat studi agama untuk kekaisaran Muslim.

Di sinilah Imam Al-Mahamili belajar di bawah para ahli hukum di zamannya, duduk di Universitas pengetahuan. Keluarganya, menurut biografinya, lengkap dengan para ahli hukum, ahli tata bahasa, hakim, dan imam. Kakek dan neneknya Umm Al-Waahid sama-sama sarjana. Saudaranya, paman dari pihak ayah dan ibu, ayah, dan bahkan ibu adalah ahli hukum dan ahli hadits.

Wafat

Imam Al-Mahamili meninggal pada tahun 415 H.

Keluarga Ibnul Mahamili

Keluarga besar Ibnul Mahamili merupakan keluarga intelektual. Sebagian besar keluarganya menjadi pemikir, ulama dan orang-orang yang berpengetahuan.

Anak Ibnul Mahamili

Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Fadhl. Dia lahir pada tahun 400 H. Dia belajar kepada ayahnya (Ibnul Mahamili). Anak Ibnul Mahamili ini merupakan seorang faqih, pakar hadis dan tafsir. Dia meningal pada bulan Rajab tahun 477 H.

Cucu Ibnul Mahamili

Yahya bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim adh-Dhabbi al-Mahmili; Abu Thahir. Dia merupakan seorang faqih agung yang wira’i, rajin ibadah dan produktif menulis tentang ilmu fiqih. Dia tinggal di Mekah selama lebih dari 50 tahun dan wafat di sana pada bulan Jumadil Akhir tahun 528 H.

Ayah Ibnul Mahamili

Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Husein al-Baghdadi. Dia merupakan ulama pembesar mazhab syafi’i di zamannya. Dia lahir pada tahun 332 H dan wafat pada 407 H. Dia penghafal al-Quran, pakar ilmu faraidh, pakar fiqih syafi’i dan menulis kita tentang hadis. Dalam periwayatan hadis, dia termasuk orang yang jujur dan terpercaya. Salah satu karyanya adalah Tafsir an-Nabi saw.

Kakek dan Kakek Buyut Ibnul Mahamili

  • Ismail bin Muhammad bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili. Dia merupakan kakek dari kakeknya Ibnul Mahamili. Dia merupakan ayah dari al-Qadhi Abu Abdullah al-Husein seorang pakar hadis terkenal.
  • Al-Qasim bin Ismail bin Muhammad adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu ‘Ubaid. Dia merupakan kakek dari ayah Ibnul Mahamili. Dia lahir pada tahun 238 H dan wafat di Baghdad pada bulan Rajab tahun 323 H. Dia merupakan seorang ‘alim, pakar hadis dan periwayat hadis yang jujur dan terpercaya.
  • Ahmad bin al-Qasim bin Ismail bin Muhammad adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Hasan. Dia adalah kakek Ibnul Mahamaili dari jalur ayah. Dia wafat pada tahun 337 H. Dia merupakan salah satu ulama hadis panutan.

Nenek Ibnul Mahamili

Sutaitah Amah al-Wahid Ibnatu al-Qadhi Abi Abdullah al-Husein bin Ismail al-Mahamili. Dia merupakan nenek Ibnul Mahamili. Dia wafat pada bulan Ramadhan tahun 377 H. Dia adalah ulama perempuan yang setia mengajari masyarakat tentang hukum islam, penghafal al-Quran, pakar ilmu linguistik, pakar ilmu faraidh, pakar ilmu hisab, dan ilmu-ilmu lainnya. Dia juga merupakan seorang mufti perempuan.

Saudara Ibnul Mahamili

Abdul Karim bin Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Fath. Dia adalah saudara kandung Ibnul Mahamili. Wafat pada bulan Muharam tahun 448 H. Nama dan profilnya dicatat oleh sejarawan al-Khathib al-Baghdadi.

Pamannya Kakek Ibnul Mahamili

Al-Husein bin Ismail bin Muhammad adh-Dhabbi al-Mahamili; al-Qadhi Abu Abdillah al-Baghdadi asy-Syafi’i. Dia merupakan pamannya kakek Ibnul Mahamili. Lahir pada tahun 235 H dan wafat pada bulan Rabi’ul Akhir tahun 330 H. Dia merupakan ulama faqih dan ulama hadis yang jujur dan terpercaya. Pernah menjabat sebagai qadhi kota Kufah selama 60 tahun. Di antara karya-karyanya adalah ad-Du’a’, al-Amali, Kitab as-Sunan dan Kitab Shalah al-‘Idaini.

Anaknya Anak Pamannya Kakek Ibnul Muhamili

Ahmad bin Abdullah bin al-Husein bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu Abdillah. Lahir pada bulan Ramadhan tahun 343 H dan wafat di Baghdad pada bulan Rabi’ul Akhir tahun 429 H. Nama dan profilnya dicatat oleh al-Khathib al-Baghdadi.

Guru-guru Beliau: 

Ibnul Mahamili belajar kepada Syaikh Abu Hamid al-Isfirayaini (344 H-406 H) dan para pengikutnya. Dia mendengar hadis dari al-Hafidz Muhammad bin Muzhaffar (286 H-379 H) dan para pengikutnya. Dia juga belajar hadis kepada Ali bin Abdurrahman al-Bakani dan Abu as-Sariyyi al-Bakkai (W. 376 H). Selain itu dia juga belajar kepada ayahnya sendiri yaitu Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili; Abu al-Husein al-Baghdadi.

Guru Guru

  1. Al Mas'udi
  2. Abu Ali At-Thabari
  3. Al Qaffal Al Kabir Asy-Syasyi
  4. Abu Ali At-Thabari
  5. Al Qaffal Al Kabir Asy-Syasyi
  6. Syaikh Abu Hamid al-Isfirayaini
  7. al-Hafidz Muhammad bin Muzhaffar
  8. Ali bin Abdurrahman al-Bakani dan Abu as-Sariyyi al-Bakkai
  9. Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim bin Ismail adh-Dhabbi al-Mahamili
  10. Abu al-Husein al-Baghdadi.

Murid-Murid Beliau: 

Yang paling terkenal dari murid-murid Imam Ibnu Mahamili adalah Abu Bakar bin Ali bin Thabit, yang dikenal sebagai Imam Al-Khatib Al-Baghdadi Ia dilahirkan pada 392 H (meninggal 463 H) dan dikenal hingga hari ini sebagai salah satu Imam terbesar dalam hadits, fiqh, dan sejarah.

Salah satu murid terkenal lainnya adalah Hakim, 'Ali ibn Al-Muhsin ibn' Ali At-Tunukhi, Abul-Qasim Al-Baghdadi. (D 447 H). Ali bin Ahmad al-Katib, Abu al-Fadhl (anak Ibnul Mahamili)

Salah satu muridnya yang menjadi produktif di sekolah Syafi'i adalah Mahmud ibn Al-Hasan ibn Muhammad, yang dikenal sebagai Abu Hatim Al-Qazwini Ash-Syafi'i, yang adalah Syekh Imam Ash-Shirazi yang menulis Al-Muhaththab yang terkenal. Syekh menulis Tajrid At-Tajrid, dan Al-Hayl, keduanya bekerja di sekolah. Dia meninggal 440 AH

Murid Murid 

  1. Abu Bakar bin Ali bin Thabit Imam Al-Khatib Al-Baghdadi
  2. Hakim
  3. 'Ali ibn Al-Muhsin ibn' Ali At-Tunukhi
  4. Abul-Qasim Al-Baghdadi
  5. Mahmud ibn Al-Hasan ibn Muhammad
  6. Abu Hatim Al-Qazwini Ash-Syafi'I
  7. Syekh Imam Ash-Shirazi
  8. Syekh menulis Tajrid At-Tajrid
  9. l-Hayl

Pujian Para Ulama kepada Imam Al-Mahamili

Syekh, Abu Haamid Ahmad bin Abi Tahir Muhammad ibn Ahmad Al-Isfra'ini, yang dikenal sebagai "Syaikh Syafi'i di seluruh 'Irak" (w. 406 H). Para ulama di jamannya setuju untuk penguasaan hadis dan hukum dan menyatakan dia tanpa cela dapat dipercaya dalam Hadits.

Imam Ali bin Abdur-Rahman Al-Bkaa'i, Abul Hasan ibn Abi As-Surri Al-Kufi. Ia dikenal sebagai salah satu Imam Besar Kufah 'Irak. (d. 376 AH)

Syaikh, Tuan hadits (Hafith) Muhammad ibn Al-Muthaffir bin Musa Al-Baghdadi. Dia berasal dari Hadits terkemuka di dalam 'Irak dan menyatakan tanpa cela thiqah oleh Imam pada zamannya.

Karya-Karya

Imam Ibnu Mahamili menulis beberapa buku yang diterima dengan baik yang terkenal di zamannya; Al-Lubab fi Fiqh Ash-Syafi'i - primer, Al-Awsat - disebut oleh Ibn Kathir dalam Bidayanya, Qadi As-Safadi di Al-Wafi, dan Ibn Al-Khallikan dalam wifaayatnya. Dia juga menulis karya terkenal di antara Syafi'i awal berjudul: At-Tajrid fil Furu 'kompilasi putusan dalam fikih. Muridnya Abu Hatim Al-Qazwiniy memperluasnya dengan Tajrid At-Tajrid-nya.

Banyak ulama mengutip Imam Al-Mahamili At-Tajrid, yang paling terkemuka dari mereka adalah Imam An-Nawawi (radiya Allahu Anhu), Imam Asy-Syafi'i kedua. Dia mengutip dia dalam banyak masalah hukum di dalam Majmu’.

Karya

  • Al-Amali al-Ishfahani
  • Al-Ausath
  • At-Tajrid fi al-Furu’
  • Tahrir al-Adillah
  • At-Ta’liqah
  • Ru’us al-Masail
  • ‘Iddah al-Musafir wa Kifayah al-Hadhir
  • Kitab al-Qaulain wa al-Wajhain
  • Al-Lubab
  • Al-Mujarrad
  • Al-Majmu’
  • Al-Muqni’
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya