Biografi Imam al-Baihaqi

 
Biografi Imam al-Baihaqi

Daftar Isi Profil Imam al-Baihaqi

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Guru-Guru
  5. Murid
  6. Teladan
  7. Pujian Para Ulama Kepada Imam al-Baihaqi
  8. Karya-Karya

Kelahiran

Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa bin Al-Khazraujirdi Al-Khurasani Al-Baihaqi atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam al-Baihaqi lahir pada bulan Sya’ban tahun 384 Hijriah.

Wafat

Adz-Dzahabi mengatakan, “Setelah orang-orang mendengarkan pemaparan ilmunya yang terakhir, ia kemudian sakit dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 10 Jumadal Ula tahun 458 Hijriah. Ia dimandikan, dikafankan, dan dimasukkan ke dalam peti untuk dipindah ke Baihaq, suatu tempat yang jauhnya dari Naisabur dua hari perjalanan unta. Ia hidup selama 74 tahun.”

Pendidikan

Ibnu As-Subki menceritakan proses pencarian ilmu yang ia lakukan sebagai berikut, “Al-Baihaqi melakukan haji. Lalu ia menuju Baghdad. Di sana, ia berguru kepada Hilal Al-Haffar, Abu Al-Husain bin Busyran, dan segolongan ulama lain. Selain belajar kepada ulama-ulama di Baghdad, ia juga belajar kepada ulama-ulama yang ada di Mekkah, seperti Abu Abdillah bin Nazhif, dan ulama-ulama lain yang ada di Irak, Hijaz, dan Al-Jibal.

Jika dihitung, guru-gurunya lebih dari seratus orang. Hal ini tidak seperti yang dialami oleh At-Tirmidzi, An-Nasa’I, dan Ibnu Majah. Khusus dalam bidang ilmu fiqh, ia berguru kepada Nashir Al-Umairi. Ia menyusun karya-karyanya setelah menjadi ulama yang paling ‘alim di zamannya, paling cerdas, paling cepat paham, paling baik akalnya. Kitab-kitab karyanya mencapai 1000 juz. Belum ada seorang pun yang bisa menandinginya dalam menyusun karya-karya seperti yang telah dicapainya tersebut.”

Guru-Guru

  1. Abu Abdillah al-Hakim
  2. Abu al-Hasan Muhammad bin al-Husein al-‘Alawi
  3. Abu al-Fath Nashir bin Muhammad al-‘Umri
  4. Hilal bin Muhammad bin Ja’far al-Huffar
  5. Abu al-Husein bin Basyran
  6. ‘Ali bin Ya’qub al-Iyadi
  7. Al-Hasan bin Ahmad bin Farras
  8. Abu Abdillah bin Nadzif
  9. Al Mas'udi
  10. Janah bin Nadzir al-Qadhi
  11. Abu Bakar bi Furak
  12. Abu Ali At-Thabari
  13. Abu Abdirrahman as-Sulma
  14. Abu Sa’ad al-Malini
  15. Abu Ali ar-Rudzbari
  16. Abu Thahir bin Muhmisy
  17. Abu Bakar al-Hairi
  18. Abdullah bin Yusuf al-Ashbahani
  19. Abu Sa’id ash-Shairafi
  20. Muhammad bin Ya’qub al-Faqih
  21. Abu Nashr asy-Syairazi
  22. Al-Hasan bin Ali al-Mu’mali
  23. ‘Ali bin Ahmad bin ‘Abdan
  24. Abu Thayyib ash-Shu’luki
  25. Yahya bin Ibrahim al-Muzakki
  26. Hamzah al-Mahlabi

Murid-Murid

  1. Adz-Dzahabi mengatakan, “Murid-muridnya adalah
  2. Syaikh Al-Islam Abu Ismail Al-Anshari, Ismail bin Ahmad (anaknya)
  3. Abu Al-Hasan Ubaidillah bin Muhammad bin Ahmad (cucunya)
  4. Abu Zakariya Yahya bin Mandah Al-Hafizh
  5. Abu Al-Ma’ali Muhammad bin Ismail Al-Farisi
  6. Abdul Jabbar bin Muhammad Al-Khawari
  7. Abdul Hamid bin Muhammad Al-Khawari
  8. Abu Bakar Abdurrahman Al-Buhairi An-Naisaburi dan sejumlah murid-murid lain.”

Teladan

Imam Adz-Dzahabi pun memuji beliau dengan mengatakan, “Seandainya Al-Baihaqi mau membuat madzhab untuk dirinya di mana dia berijtihad, niscaya dia mampu melakukannya karena keluasan ilmu dan pengetahuannya tentang perselisihan ulama. Karena itu, kalian melihatnya membela permasalahan-permasalahan yang didukung oleh hadis sahih.

At-Taj As-Subki mengatakan, “Imam Al-Baihaqi adalah salah satu imam kaum muslimin dan penyeru kepada tali Allah yang kukuh. Beliau adalah penghafal besar, ahli ushul yang tiada bandingnya, zuhud, wara’, taat kepada Allah, membela mazhab, baik ushul maupun furu’-nya, salah satu bukit ilmu.

Abdul-Ghaffar Al-Farsi Al-Naisaburi dalam bukunya “Dzail Tarikh Naisaburi” memuji imam Al-Baihaqi setinggi langit dengan mengatakan, “Abu Bakr Al-Baihaqi Al-Faqih Al-Hafizh Al-Ushuli Ad-Din Al-Wari’, orang nomor satu pada zamannya dalam hal hafalan, orang yang tiada bandingannya di antara para sejawatnya dalam hal kesempurnaan dan ketelitian, salah satu pemuka murid Al-Hakim, dan dia mengunggulinya dengan berbagai macam ilmu. Beliau menulis hadis, menghafalkannya semenjak kecil, mendalaminya, serta menguasainya. Beliau mengambil ilmu ushul dan melakukan perjalanan menuntu ilmu ke Irak, daerah berbukit dan Hijaz, kemudian menulis karya ilmiah. Karyanya hampir mencapai seribu juz, yang belum pernah didahului oleh seorang pun sebelumnya. Beliau menghimpun ilmu hadis dan fikih, menjelaskan tentang ‘illat hadis dan meninjau tentang perbedaan-perbedaan hadis-hadis. Para ulama meminta beliau untuk berpindah dari daerah An-Nahiyah ke Naisabur untuk mendengar kitab-kitabnya. Beliau pun datang padatahun 314 H, lalu mereka bermajelis untuk mendengarkan kitab Al-Ma’rifah dan para ulama menghadirinya. Dia mengikuti jalan ulama, merasa puasdengan yang sedikit.

Imam al-Juwaini, atau yang terkenal dengan nama Imam al-Haramain, juga mengatakan, “Tidak ada satu pun pengikut Imam Syafi’i yang mana Imam Syafi’i sendiri berhutang budi kepadanya, kecuali al-Baihaqi. Karena al-Baihaqi sangat berjasa terhadap penyebaran ajaran Imam Syafi’i dengan menulis kitab-kitab yang berisi pembelaan terhadap pendapat dan mazhabnya.

Pujian Para Ulama Kepada

At-Taj As-Subki mengatakan, “Imam Al-Baihaqi adalah salah satu imam kaum muslimin, penunjuk kebenaran bagi kaum mukminin, dan da’I yang mengajak kepada tali Allah yang kukuh. Ia adalah seorang Al-Hafizh yang besar, ahli ushul yang cerdas, zuhud, wira’I, puas dengan Allah, dan membela mazhab baik dasar-dasar maupun cabang-cabangnya. Ia adalah gunung dari gunung-gunung ilmu.”

Karya-Karya

Adz-Dzahabi mengatakan, “Al-Baihaqi mendapatkan berkah dalam ilmunya. Ia telah menyusun banyak karya yang bermanfaat. Ia telah memutuskan untuk menetap di desanya dan menyibukkan diri dengan menyusun dan mengarang. Ia menyusun As-Sunan Al-Kabair sebanyak sepuluh jilid. Dalam hal ini, tidak ada seorang pun yang menyamainya.”

Karya-karya Al-Baihaqi yang lain di antaranya yaitu

  1. Al-Baihaqi terkenal sebagai ulama yang produktif menulis. Banyak karya yang telah dia tulis, di antaranya:

  2. As-Sunan al-Kabir
  3. Ma’rifah as-Sunan wa al-Atsar
  4. Al-Asma’ wa ash-Shifat
  5. Al-I’tiqad
  6. Al-Ba’ts wa an-Nusyur
  7. At-Targhib wa at-Tarhib
  8. Ad-Da’wat
  9. Az-Zuhd
  10. Al-Khilafiyyat
  11. Nushus asy-Syafi’i
  12. Dalail an-Nubuwwah
  13. Syu’ab al-Iman
  14. Al-Madkhal ila as-Sunan
  15. As-Sunan ash-Shaghir
  16. Al-Adab
  17. Fadhail al-Awqat
  18. Manaqib asy-Syafi’i
  19. Manaqib Ahmad
  20. Fadhail as-Shabah
  21. Ahkam al-Quran li asy-Syafi’i
 

Lokasi Terkait Beliau

    Belum ada lokasi untuk sekarang

List Lokasi Lainnya