Buletin Jumat Laduni.ID Edisi 47: Bulan Sya’ban Momentum Berbuat Kebajikan

 
Buletin Jumat Laduni.ID Edisi 47: Bulan Sya’ban Momentum Berbuat Kebajikan

Buletin Jumat Laduni.ID resmi untuk dicetak jarak jauh
Laduni.ID, Jakarta - Beredar suatu riwayat hadis mengenai keutamaan bulan Sya’ban, sebagaimana dikutip dalam kitab Bughyat al-Mustarsyidîn fî Talkhîsh Fatâwî Ba‘dh al-A’immah min al-‘Ulamâ’ al-Muta’akhkhirîn, karya al-Imâm al-Habib ‘Abd al-Rahmân bin Muhammad bin Husain bin ‘Umar, masyhur dengan sebutan Bâ‘alwî al-Syâfi‘î (1250-1320 H), mufti ulama muta’akhirin (kontemporer). Teks hadits dimaksud terdapat pada halaman 107, terbitan Al-Haramain Singapura-Jedah-Indonesia, tanpa tahun:

فَائِدَةٌ وَرَدَ عَنْهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ: رَجَبُ شَهْرُ اللهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

Artinya: “Faidah: beredar (riwayat) hadis dari Nabi SAW, bahwa beliau bersabda: Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

Dalam riwayat hadis di atas kata Sya’ban dinisbatkan atau disandarkan kepada seorang yang mulia (agung), yaitu baginda Nabi Muhammad SAW, maka sesuatu yang dinisbatkan kepada sesuatu yang mulia maka ia pun menjadi mulia. Syekh Bâ’alwî dalam kitab Bughyat al-Mustarsyidîn menyatakan maksud hadis ini adalah bahwa Allah SWT menampakkan ampunan kepada hamba-Nya di bulan Rajab tanpa pelantaraan (wasilah) syafaat (permohonan ampunan) dari seseorang pun, dan di bulan Sya’ban dengan wasilah syafaat Nabi Muhammad SAW, serta di bulan Ramadhan dengan wasilah syafaat umat (yakni orang-orang yang saleh). Syafaat ialah usaha perantaraan dalam memberikan suatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu madharat bagi orang lain. Atau dalam pengertian lain syafaat adalah memohonkan kepada Allah untuk kebaikan manusia di akhirat kelak. Dan syafaat itu merupakan golongan doa yang mustajâbah (dikabulkan).

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN