29 Jan 2025 · 1.779 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Pada tahun 2004, Gus Dur secara resmi mendapatkan gelar “Bapak Tionghoa Indonesia” dari Perkumpulan Sosial Rasa Dharma di Klenteng Tay Kek Sie, Semarang, Jawa Tengah. Gelar ini bukan tanpa alasan. Gus Dur adalah tokoh yang berperan penting dalam menghapus diskriminasi terhadap masyarakat Tionghoa di Indonesia, khususnya yang terjadi selama pemerintahan Orde Baru. Dengan keberaniannya, beliau membuka kembali ruang bagi tradisi, budaya, dan kepercayaan Tionghoa yang selama bertahun-tahun telah ditekan.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang konsisten membela kelompok minoritas. Dalam pandangannya, minoritas, baik secara demografis maupun mereka yang mengalami diskriminasi, harus diberikan perhatian lebih agar keadilan tercapai. Masyarakat keturunan Tionghoa menjadi salah satu kelompok yang diperjuangkannya, mengingat mereka menghadapi berbagai pembatasan yang diberlakukan selama Orde Baru, terutama melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967.
Aturan itu mengekang masyarakat Tionghoa untuk menjalankan tradisi dan ibadah leluhur seca
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+