Bukan Soal Memanggil Non-Muslim
LADUNI.ID - Mengamati unek-unek yg berseliweran di media sosial belakangan ini, sy berkesimpulan bahwa masih ada banyak yang salah paham dengan keputusan Munas NU, khususnya terkait "non-Muslim" dan "kafir" yg sedang viral. Bahkan kesalahpahaman itu menimpa orang-orang NU yang juga hadir di area Munas.
Banyak orang memahami, Munas NU sedang mengurusi soal sapaan yg lebih sopan terhadap "orang-orang kafir" menjadi "non-Muslim". Padahal, topik yg dibahas lebih keren dr urusan panggil-memanggil itu.
Perlu diketahui, bahasan yg sedang "hot" ini muncul dari Komisi Bahtsul Masail Diniyah Maudlu'iyyah. Komisi ini bisa dibilang forum paling berat, karena urusannya bukan sekadar vonis halal-haram (sebagaimana di komisi waqiiyyah), melainkan fokus pada penjelasan konseptual tentang suatu tema tertentu. Deskripsinya bisa berhalaman-halaman. Para pakar ushul fiqh dan ahli pemikiran modern biasanya ngumpul di komisi ini. Sama sekali tak pada levelnya bila produk ilmiah yang dibahas berbulan-bulan dan menguras banyak pikiran ini didelegitimasi dgn satu cuitan di Twitter oleh tokoh Monas 212
UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN
Masuk dengan GoogleDan dapatkan fitur-fitur menarik lainnya.
Support kami dengan berbelanja di sini:
Rp0
Rp548.000
Rp500.000
Rp97.900
Memuat Komentar ...