17 Apr 2019 Β· 3.028 dibaca · Sejarah
LADUNI.ID, Jakarta - Keputusan untuk keluar dari Masyumi dan menjadi partai tersendiri, mengantarkan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi kekuatan politik besar baru. Ia mampu bersaing dengan partai besar sebelumnya, seperti Masyumi dan PNI.
Padahal, sejak memutuskan menjadi Partai pada 1952, praktis hanya tersisa tiga tahun bagi NU untuk menghadapi Pemilu 1955. Namun, di saat waktu yang begitu pendek, tensi politik yang tinggi dan multi partai yang membentuk persaingan ketat, NU mampu keluar menjadi tiga besar pemenang Pemilu kala itu.
NU sukses menggalang kekuatan elektoralnya tersebut, tak terlepas dari kiprah mesin politiknya yang bernama Ladjnah Pemilihan Umum Nahdlatul Ulama (Lapunu).
Lapunu secara resmi berdiri setelah dikeluarkannya Surat Keputusan PB Partai NU pada 16 Mei 1953. Saat itu, yang menjadi ketua Lapunu adalah Raden Temenggung Surjaningprodjo dan wakilnya H. A.S. Bachmid. Sedangkan Sekretaris I dijabat H. Idham Chalid dan Sekretaris II, H. Munir Abisoedjak. Namun, di kemudian hari, nahkoda Lapunu diambil alih oleh Idham Cholid.
Ke
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+