Mengetahui Waktu Paling Baik Berniat Puasa

 
Mengetahui Waktu Paling Baik Berniat Puasa

LADUNI.ID, Jakarta - Dalam setiap amalan apapun, niat adalah bagian terpenting. Oleh karena itu, setiap amalan atau aktivitas apapun biasanya tergantung pada keikhlasan niat hanya untuk beribadah kepada Allah.

Biasanya, niat memang dilakukan berbarengan dengan ibadah atau aktivitas yang dilakukan. Untuk niat melaksanakan puasa, boleh dilakukan sebelum puasa, artinya, bacaan niat secara lafdzi maupun berniat dalam hati adalah dibaca sebelum kita memulai puasa.

Ulama fikih menjelaskan niat puasa berbeda dengan niat ibadah pada umumnya. Jika niat ibadah lain harus persis di awal pelaksanaannya, maka niat puasa harus lebih terdahulu dari puasanya, tepatnya pada malam hari. Malam yang dimaksud di sini adalah waktu setelah terbenamnya matahari hingga sesaat menjelang terbitnya fajar penanda masuknya waktu subuh.

Boleh saja bagi seseorang berniat puasa setelah salat Maghrib/Isya, setelah sal at Tarawih, sesaat sebelum tidur, ataupun setelah selesai makan sahur, asalkan waktu subuh belum masuk. Hal ini berdasarkan hadis hasan riwayat Imam Nasa’i dan lainnya. Bagi penganut Mazhab Syafi’i, niat seperti ini harus diucapkan setiap malam Bulan Ramadan.

Kendati demikian, terdapat pula ulama terutama dari kalangan Mazhab Maliki yang membolehkan satu niat di awal Ramadan untuk seluruh puasa 30 hari. Kendati demikian tetap, akan lebih baik jika seseorang berniat puasa untuk 30 hari di awal Ramadan. Supaya menjaga kehati-hatian kita, maka perlu diperbaharui setiap malam di Bulan Ramadan. Wallahu A’lam.