Perilaku Keagamaan Warga Nahdlatul Ulama

 
Perilaku Keagamaan Warga Nahdlatul Ulama

Agama Islam bersumber dari wahyu Allah, Alqur’an, yang disampaikan kepada Rasulullah Muhammad kepada umat manusia, demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Sebelum Rasulullah wafat, Islam telah dinyatakan oleh Allah Sebagai agama yang sempurna sebagaimana firman­Nya:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (٣)

Artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN