Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · TGH. Muchammad Soleh Hambali (Tuan Guru Bengkel)
✓ Terverifikasi Tim Riset

TGH. Muchammad Soleh Hambali (Tuan Guru Bengkel)

1896 – 1968 M · 26.541 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Tuan Guru Haji (TGH) Muchammad Soleh Hambali atau yang kerap disapa dengan panggilan akrab Tuan Guru Bengkel lahir pada waktu Isya’, hari Jum‘at, pada tanggal 7 Ramadhan 1313 H, bertepatan dengan tanggal 21 Februari 1896 M di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Metode Pemikiran Tuan Guru Bengkel
3.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Karya-Karya
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

TGH. Muchammad Soleh Hambali atau yang akrab dengan sapaan Tuan Guru Bengkel lahir pada waktu Isya, hari Jumat 7 Ramadhan 1313 H/21 Februari 1896 M di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Beliau merupakan putra terakhir dari pasangan Tuan Guru Hambali bin Gore dengan Nyai Rahimah (alias Inak Fatimah).

Tuan Guru Bengkel merupakan keturunan Raja Selaparang dan mempunyai enam saudara, yaitu: Abu Bakar (alias Amak Gendeng), Qabul Ilyas (alias Amak Amsiah), Daimah (alias Inak Syamsiah), Hj. Khadijah (alias Inak Muhsin), Balok Kejuk (alias Inak Abdurrahman), dan Putraseh (alias Inak Rukaiyah).

Tapi sayangnya, sejak dalam kandungan Tuan Guru Bengkel harus ditinggal oleh ayahnya yang wafat. Dan karena itu pula, dua hari setelah kelahirannya, beliau diberi nama Muchammad Soleh oleh salah satu tokoh agama di Desa Bengkel yang bernama Haji Ali.

1.2 Riwayat Keluarga
Setelah kepulangannya ke kampung halaman pada tahun 1916 hingga wafatnya pada tahun 1968, beliau menjalani poligami namun tidak pernah lebih dari empat orang istri. Tuan Guru Bengkel dikarunia 8 orang anak, yaitu: Hj. Fatimatuzzahra, M. Turmuzi, M. Izzi, M. Zaki, M. Hakki, Hj. Rukaiyah Mukminah, Hj. Zainab Hidayah, dan M. Tamam Shaleh

1.3 Wafat
Tuan Guru Bengkel wafat pada hari Sabtu tanggal 7 September 1968 M/13 Jumadil Akhir 1388 H pada jam 17.00, jenazah Tuan Guru Bengkel dimakamkan di depan Masjid Jami' M. Shaleh Hambali yang sekarang.

Ketika itu, yang bertindak sebagai pembaca talqin adalah TGH. Ibrahim Khalidi, Kediri, Lombok Barat, Pimpinan Pondok Pesantren Islahuddiny. Sedangkan, yang menyampaikan kata-kata takziah adalah TGH. Abhar Pagutan, Lombok Barat.

Wasiat
Tuan Guru Bengkel menulis sebuah wasiat 18 hari sebelum beliau wafat. Wasiat tersebut ditulis oleh TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin. Dalam awal wasiatnya, tertulis dengan jelas berikut ini "…barangkali inilah pertemuan yang terakhir antara saya dan kamu sekalian…." 

Berikut ini wasita beliau selengkapnya:

Asssalmu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh 

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin, was Shalatu was Salamu 'ala Asyrafil Mursalin wa 'ala Alihi wa Ashabihi Ajma'in. Amma Ba'du.

Syukur Alhamdulillah, saya ucapkan kepada Allah Subanahu wa Ta'ala bahwa pertemuan ini dapat kita langsungkan pada hari ini, barangkali inilah pertemuan yang terakhir antara saya dan kamu sekalian. Oleh karena itu saya amanatkan sebagai berikut:
1. Amalkan segala pelajaran dan petunjuk yang kamu peroleh dari saya dan usahakan agar pengetahuanmu bertambah dengan menuntut ilmu pada ulama Ahlussunnah wal Jama'ah.
2. Selain dari itu saya minta padamu se

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+