21 Jul 2020 · 3.445 dibaca · Sosial Budaya
Laduni.ID, Jakarta - Seorang filsuf kenamaan kontemporer berkata, “Sebelum ngomong soal ideologi, saya benar-benar ingin tahu, bukankah kita akan lebih materialis lagi seandainya tubuh dan dampak kekuasaan terhadapnyalah yang pertama kali kita kaji.” (Michel Foucault, Power/Knowladge, 1980)
Ungkapan Faucault ini menarik untuk kita kaji dan refleksikan kembali dalam konteks agama dan masyarakat. Esensi agama yang menjadi inti dari proses penghambaan dalam kehidupan sehari-hari kita tentu membutuhkan kajian-kajian kembali. Masalah-masalah semacam kejahatan, amoral-asusila, dan kekerasan yang belakangan ini sering diberitakan (khususnya dalam kasus kekerasan seksual anak usia dini) merupakan persoalan yang juga menyangkut masalah agama, khususnya dalam lingkup lembaga sosial terkecil seperti keluarga.
Asumsi dasar dari persoalan tersebut di atas perlu memperhitungkan tentang kaitan antara agama dan dimensi kepentingan tubuh manusia dalam kehidupan masyarakat. Bryan S. Turner (1991) dalam Religion and Social Theory p
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+