Biografi KH. Maksum Rejoso

 
Biografi KH. Maksum Rejoso

Daftar Isi Profil KH. Maksum Rejoso

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Keluarga
  4. Pendidikan
  5. Mengasuh Pesantren
  6. Mendirikan Yayasan
  7. Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)

Kelahiran

KH. Maksum lahir pada 21 Februari 1911 M, di Rejoso, Jombang, Jawa Timur. Beliau merupakan putra ketiga KH. Kholil Rejoso dengan Nyai Siti Fatimah.

Seperti halnya sang kakak, masa kecilnya diasuh dan dididik secara langsung oleh ayahnya sendiri. Pada tahun 1920 ia diikutkan dalam rombongan haji ke tanah suci bersama keluarganya sekaligus berziarah ke tempat-tempat suci di sana.

Wafat

KH. Maksum wafat pada 26 Rajab 1380 H atau bertepatan pada bulan Januari 1961 M, di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang.

Keluarga

Pada tahun 1938, KH. Maksum dinikahkan dengan seorang putri dari H. Hasyim, Jagalan, Jombang, yang bernama Nyai Chasanah. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 2 putri dan 5 putra. Anak-anak beliau diantaranya  Chafsoh, Abdul Channan, Abdul Hakam, Siti Aisyah, Abdul Hafidz, Abdul Hakim, dan Abdul Halim.

Pendidikan

Sepulangnya dari tanah suci, KH. Maksum dipondokkan di Pesantren Tebuireng asuhan KH. Hasyim Asyari sampai tahun 1926. Tahun 1926 hingga 1928, beliau berguru lagi kepada ayahnya serta pamannya, Kiai Romly Tamim.

Pada akhir tahun 1928, beliau berkesempatan melanjutkan nyantri bersama kakaknya di Saudi Arabia pada madrasah as-Shaulatiyah al-Hindiyah di bawah asuhan Syekh Salim al-Hindi. Di tahun 1935, Maksum mempunyai karir baru sebagai tenaga pengajar di Madrasah Darul Ulum, Mekkah, dan ia baru kembali ke Tanah Air tahun 1937.

Sekembalinya ke Tanah Air, rasa cintanya terhadap ilmu tidaklah padam, bahkan kian menggebu. Hal ini ia buktikan dengan nyantri lagi di Pondok Pesantren Sedayu, Gresik. Di pondok ini, ia memperdalam lagi ilmu Qiraat al-Qur’an seni baca ayat-ayat suci al-Qur’an.

Mengasuh Pesantren

KH. Maksum merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang. Beliau diberi amanah untuk managemen pendidikan Pondok Pesantren Darul Ulum.

Mendirikan Yayasan

Pada tahun 1947, KH. Maksum mendirikan sebuah yayasan bernama “Darul Aitam” suatu yayasan sosial yang memberikan santunan pada anak yatim piatu. Yayasan ini sampai sekarang masih berdiri kokoh, terawat dengan baik, dan saat ini tengah dikelola oleh salah satu putra beliau, Drs. Abdul Hafidz.

Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)

Selama hidupnya, KH. Maksum juga aktif di pergerakan sosial, politik, maupun pendidikan. Pada tahun 1940, ia ditunjuk oleh warga Nahdliyin sebagai wakil Syuriah NU, Jombang, antara Tahun 1946 - 1948, ia aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jombang.

Pada tahun 1950, ia menjabat sebagai ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU di Jombang, lalu dilanjutkan, dengan menjadi anggota Konstituante Republik Indonesia. Pada tahun 1946, KH. Maksum ditunjuk sebagai pelaksana administrasi managemen di Jamiyah Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah.

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya