Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Tanggapan Atas Faizal Assegaf

11 Oct 2021 Β· 2.848 dibaca · Kolom

Laduni.ID, Jakarta – Menilai pernyataan saudara Faizal Assegaf tempo hari terkait NU, sudah termasuk mencemooh NU dan kiai. Meski dengan rasa marah, emosi dan kesal, kita tidak perlu menjawabnya dengan cara kekerasan fisik. Soal main fisik bukan adatnya orang NU. Mungkin kalau dihitung-hitung, sudah hampir tiap hari di beranda group Facebook, atau status WAG itu ribuan caci maki, hinaan, fitnahan, pelecehan, dan penghinaan terhadap NU dan para kiai.

Sebagai bagian dari warga Nahdliyyin, tentu saya juga punya kewajiban menanggapi pernyataan saudara Faizal Assegaf, yang saya akui itu tendensius dan tidak bersumber dari kebenaran baik data maupun fakta. Pernyataan itu sama halnya merendahkan martabat kiai, sementara kiai itu warosatul anbiya (pewaris nabi), jika diteruskan itu artinya juga merendahkan kanjeng Nabi Muhammad SAW. Jika saja seorang KH. Bahaudin Nursalim (Gus Baha) dianggap bukan ulama, dia bilang politisi, lantas ulama model apa dalam perspektif Faizal Assegaf. Bukankah Gus Baha tidak ikut-ikut politik, tidak aktif di parpol manapun. dan

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →