Cahaya Islam di Andalusia: Kebudayaan, Pengetahuan, dan Harmoni

 
Cahaya Islam di Andalusia: Kebudayaan, Pengetahuan, dan Harmoni
Sumber Gambar: Pinterest, Ilustrasi: Laduni.ID

Laduni.ID, Jakarta – Andalusia atau Spanyol adalah salah satu kota terkenal di Eropa. Ia pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan Islam yang besar. Di sanalah Abdurrahman al-Dakhil, (kepada siapa Kiai Abdul Wahid Hasyim mengambil nama untuk anak pertamanya, Gus Dur), mengakhiri pelariannya dari kejaran pasukan tentara imperium Abbasiah yang berpusat di Irak, yang memiliki dendam kesumat kepada Bani Umayyah.

Di tempat ini dia mendirikan pemerintahan dinasti baru yang besar, bahkan dalam waktu singkat berhasil menandingi kejayaan dan kebesaran Dinasti Abbasiah di Baghdad, yang menjadi lawan politiknya.

Islam di Andalusia mengakhiri kekuasaan politik monoreligi, menggantinya dengan konsep politik multi agama. Pemerintahan Islam menciptakan masyarakat Spanyol yang pluralistik di mana berbagai agama dapat hidup berdampingan secara damai, aman, dan saling bekerja sama dalam membangun negara dan peradaban Spanyol yang besar.

Melalui proses akulturasi kebudayaan ini Islam kemudian maju pesat, Andalusia menjadi pusat peradaban dunia yang cemerlang. Di sini terdapat sebuah bangunan bernama Al-Hamra, sebuah istana indah bercat merah yang terletak di sebuah bukit kecil di Kota Granada.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN