DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Mengharap Asa di Balik Senyuman Bahagia Linto Baroe
. Nilai ibadah itu tidak lebih selain positif dan negatif. Hal kecil saja yang bernilai ibadah sering kita lupakan, sebut saja senyuman
Hampir lebih 3600 detik Abu MUDI berada di "Negeri Berkah" itu dan tentunya banyak kenangan dan pesan yang dapat dipetik perjumpaan dua sosok ulama kharismatik ini, sebelum menjelang dhuhur Abu MUDI dan rombongan minta izin kembali ke negeri seribu satu dayah kota santri Samalanga
SALAH satu ungkapan yang sering terdengar, adanya perkataan yang menyalahkan pemimpin saat adanya berbagai fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Kadang kita sebagai rakyat jselalu menyalahkan pemimpin, sering pemimpin jadi tumpahan kesalahan atas kerusakan yang di mana-mana terjadi.
Bahkan ada curhatan kawan seperjuangan calon mahasiswa kala "meminang" magister harus gali lubang tutup lobang, belum lagi "serpihan" pilu yang kerap menghampiri "pianangan"nya itu.
Ini sebagaimana hadist nabi, berbunyi: “Tabassumuka fi wajhi akhika shadaqah”. (Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah
Membingkai etika dan estetika dalam sebuah wadah yang bernama ibadah juga di tuntut dapat di aplikasikan dalam setiap sendi kehidupan. Nilai ibadah itu tidak lebih selain positif dan negatif. Hal kecil saja yang bernilai ibadah sering kita lupakan, sebut saja senyuman
Beliau SAW bersabda: 'Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.'
Salah satu hal yang membatalkan shalat yaitu berbicara (selain yang termasuk dari rukun dan sunah shalat). Namun bagaimana hukumnya tersenyum atau tertawa ketika shalat?
Senyum dan kebaikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam bergaul
Andaikan di antara kita ada yang pernah memandang Habib Anis, niscaya dalam hati kita akan meyakini bahwa beliaulah hamba Allah yang sangat istiqomah dalam menapaki jejak datuk-datuknya sampai kepada Rasulullah SAW.
Dalam sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, kita akan menemukan fakta bahwa beliau jarang sekali jatuh sakit. Bahkan, beliau merasakan sakit hanya ketika menjelang wafatnya karena diriwayatkan terkena sebuah sihir yang memang ditakdirkan oleh Allah SWT demikian.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang selalu dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang luar biasa. Di antara mereka ada Nu’aiman bin Amru bin Rafa’ah, seorang sahabat dari kalangan Anshar yang dikenal dengan sifat jenakanya.