Waled Nuruzzahri #2: Keberhasilan Sang Ayahanda Menjadikan Waled Sosok Ulama Sukses

Waled Nuruzzahri #2: Keberhasilan Sang Ayahanda Menjadikan Waled Sosok Ulama Sukses

LADUNI. ID, ULAMA- KEBERHASILAN Waled tidak terlepas dari pola pendidikan sang Ayahandanya. Tentunya keberhasilan putra anak-anak Tgk.H.Yahya ke jenjang kesuksesan, seperti Tgk. H. Nuruzzahri yang kemudian menjadi seorang tokoh ulama Aceh dan akhirnya dipanggil Waled Nu itu berkat metode dan format pendidikan yang sesuai dengan zamannya.

Diantara saudara lainnya Waled yang berhasil yakni Tgk.Fakhrurrazi menjadi pedagang hasil bumi. Syekh Asnawi menjadi guru Sekolah Menengah di Sigli dan meninggal dunia sebagai korban DOM 1991. 

Sementara itu Syekh Baihaqi menjadi ketua umum Dayah Malikussaleh Panton Labu. Putri bungsu beliau, Hj.Marhamah berkiprah sebagai pimpinan pesantren putri Miftahul Ulum, Tanoh Mirah (Walidah Tanoh Mirah)

Kehidupan Masa Kanak-kanak

Pada  usia yang masih sangat membutuhkan belai kasih seorang ibu, Waled mengecap sedihnya hidup sebagai piatu.  Namun demikian, Waled dan adik-adiknya tetap tegar dalam menjalani kehidupan. 

Semangat beliau untuk terus belajar tidak pernah surut karena mereka  selalu diayomi dan ditimpa dengan semangat kesabaran oleh sang ayah. Di rumah kayu berukuran sedang (rumoh santeut), bercat hitam oli bekas dan diterangi cahaya redup redam lampu minyak tanah yang menggambarkan kesederhanaan.

Waled Nuruzzahri dan saudaranya menghabiskan malam menjelang isya untuk belajar Al-quran. Selain mereka, kaum ibu desa juga ambil bagian belajar agama di rumah itu sehingga rumah tersebut dinamakan dengan madrasah rumahan (rumoh beuet).

Masa  kanak-kanak Nuruzzahri dihabiskan di dayah MUDI dan bergaul dengan para santri sebaya dan Teungku-teungku. 

Tentunya dari sinilah tumbuh dan berkembang semangat belajarnya  hingga membentuk satu sikap cinta akan ilmu pengetahuan agama dan untuk seterusnya memilih menjadi santri di dayah tersebut.