DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Dalam kehidupan manusia, kesalahan dan dosa merupakan sesuatu yang tak terpisahkan. Namun Islam tidak memandang dosa sebagai akhir dari segalanya. Sebaliknya, dosa dapat menjadi pintu kesadaran bagi seorang hamba untuk kembali kepada Allah SWT melalui taubat yang tulus.
Tetapi perlu dicatat, dalam hal ini sebagian ulama ada yang menjelaskan bahwa yang dapat diubah adalah Qadla' Muallaq, sementara Qadha' Mubram tidak dapat diubah.
Al-Imam Jalāluddīn as-Suyūṭī (Ulama Mesir 849-911 H/1445-1505 M) membekali umat muslim agar bisa memperoleh rezeki yang berkah dari Allah SWT melalui usaha ilmiahnya dalam kitab Ḥuṣūl ar-Rifq bi Uṣūl ar-Rizq, Meraih Kelembutan dengan Pokok-Pokok Rezeki.
Keistimewaan Malam Nishfu Sya’ban dengan berbagai keberkahannya itu, kemudian menjadikannya disebut dengan banyak nama, yang mana masing-masing dari nama-nama itu memiliki keagungan dan kemuliaan tersendiri yang bisa diraih oleh umat Islam.
"Bahwa budaya menghidupkan Malam Nishfu Sya'ban itu telah dilakukan oleh salah seorang ulama dari kalangan tabi’in yang ahli ibadah, yakni Imam Abu Abdillah Khalid bin Ma’dan bin Abi Karb Al-Kila’iy."
“Barang siapa mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, sungguh Kami akan memberinya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
“Mencintai dalam diam” bukan sebagai pelarian dari rasa takut atau bentuk penyiksaan batin atas cinta yang tak tersampaikan kepada manusia, melainkan sebagai bentuk pengalihan cinta tertinggi kepada sang teladan abadi, Rasulullah SAW. Inilah jalan menuju ketenangan hati dan cinta yang tak pernah sirna.
Dr. KH. M. Luqman Hakim mengajak jamaah untuk merenungi makna kemerdekaan yang sejati. Beliau membuka dengan satu pernyataan bahwa tidak ada di dunia ini yang lebih membahagiakan dibanding rasa merdeka.
Jika perempuan itu mitra para lelaki, maka kedua jenis manusia ini harus seiring selangkah, saling memahami. Sikap superior dan inferior sewajarnya ditiadakan.
Ketika kita berbicara tentang hakikat cinta, maka harus dikembalikan bahwa tidak ada yang patut kita cintai kecuali Allah. Cinta yang benar adalah cinta kepada Allah. Kalau kita mencintai yang lain selain Allah, maka cinta itu hanyalah refleksi dari cinta kita kepada Allah.