DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Hari 'Asyura adalah hari yang diistimewakan dalam agama tauhid. Hal ini terlihat dari banyaknya peristiwa-peristiwa penting yang terjadi, mulai dari penciptaan dunia, hingga Nabi Isa AS yang diangkat ke langit pun terjadi di hari 'Asyura tanggal 10 Muharram.
Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona karena kesederhanaannya.
Pada kisaran tahun 90-an, dalam sebuah Muktamar Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Mesir, muncul pertanyaan dari Syaikh Mutawwali As-Sya'rawi tentang ke manakah perginya air bekas memandikan jasad Rasulullah SAW.
Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha pernah menegaskan bahwa orang yang sudah selesai dengan dirinya adalah orang yang tenteram. “Kalau kamu hari ini sehat, hidup di negara yang aman, dan punya makanan, berarti kamu sudah punya dunia dan seisinya,” ujar beliau.
Tahun Baru Islam disebut juga dengan Tahun Baru Hijriyah. Tahun Hijriyah merupakan tahun yang menjadi pedoman umat Islam dalam menandai peristiwa bersejarah.
Berziarah ke makam kuburan bukan sekadar tradisi. Hal ini bisa dimaknai sebagai latihan batin. Sebuah refleksi sunyi yang mampu menyadarkan kita bahwa waktu sangat singkat, dan setiap masalah yang kita hadapi hanyalah bagian kecil dari perjalanan menuju akhir.
Terdapat penjelasan di dalam Kitab Ar-Ruh karya Syaikh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, tentang apa yang terjadi kepada orang tua ketika kita berziarah ke makam mereka atau ketika ketika mendoakannya.
Sebagian orang wafat dalam keadaan husnul khatimah—tenang, dalam ibadah, dan diridhoi. Tapi ada pula yang meninggal secara tragis, bahkan dalam kondisi penuh maksiat, seperti mabuk-mabukan. Kisah seperti ini seharusnya membuat kita berpikir ulang tentang jalan hidup yang sedang kita tempuh.
KH. Zainudin mengaitkan ini dengan kondisi Indonesia, negeri besar, kaya, tapi penuh tantangan. “Negara ini dititipkan dengan keringat, darah, air mata, dan nyawa. Kalau kemakmuran dikorupsi, yang nitip bisa murka,” ujarnya, sambil menyebutkan bagaimana bencana bisa menjadi ‘peringatan’ dari Sang Pencipta.
Gus Baha juga mengingatkan, bahwa dalam kehidupan bernegara, mestinya yang dijunjung tinggi adalah kepentingan bersama, bukan ego pribadi. “Kepentingan berbangsa dan bernegara ada di atas kepentingan dan nafsu kita,” tegasnya.