DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pengingat akan krisis akhlak yang sedang melanda. Dan dunia spiritual bukanlah soal keajaiban belaka, melainkan soal bagaimana kita menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan hidup.
Diriwayatkan bahwa Wahb bin Munabbih, seorang ulama besar, pernah menceritakan kisah menarik tentang pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Iblis. Dalam kisah ini, Allah SWT memerintahkan Iblis untuk menemui Nabi Muhammad SAW dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Dalam sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, kita akan menemukan fakta bahwa beliau jarang sekali jatuh sakit. Bahkan, beliau merasakan sakit hanya ketika menjelang wafatnya karena diriwayatkan terkena sebuah sihir yang memang ditakdirkan oleh Allah SWT demikian.
Bahagia harus dilatih dengan sesuatu yang sifatnya baik. Jangan sampai ada yang merasa bangga dan bahagia dengan kemaksiatan. Karena itu, harus melatih diri bahagia dengan berbagai hal yang berupa kebaikan.
Keadilan sejati hanya dapat ditegakkan jika seorang pemimpin bersikap netral dan tidak terpengaruh oleh hubungan pribadi atau kepentingan tertentu. Di sinilah akal dan hati harus diselaraskan. Dengan demikian, kepercayaan rakyat dapat terjaga, dan kehidupan sosial akan berjalan harmonis.
Dalam Kitab Manaqib Imam Syafi'i karya Al-Baihaqi dijelaskan, bahwa Imam Syafi’i pernah menyebut mengenai tiga hal yang menjadi ukuran kehebatan seseorang. Bila orang sudah memiliki dan mengamalkan tiga hal ini, maka tidak bisa diragukan lagi bahwa orang tersebut adalah orang yang hebat.
Dari sini kita menjadi paham bahwa dosa kecil bisa berujung pada konsekuensi besar. Oleh karena itu, menjaga hati, pandangan, dan perbuatan kita dari hal-hal yang diharamkan sangatlah penting. Hal ini tidak boleh diabaikan, apalagi diremehkan dampaknya.
Jawaban yang diberikan oleh Al-Habib Ahmad sangat menegaskan pentingnya prioritas dalam belajar. Beliau menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tentu lebih memilih halaqah ilmiah yang membahas hukum-hukum syariat.
Ketika berumur 13 tahun, Kyai Utsman mulai mengalami kasyaf dengan mampu melihat Kakbah di Makkah secara jelas dari tempatnya berdiri. Bahkan disebutkan bahwa beliau mampu melihat perwujudan manusia menurut amalannya; ada yang berwujud anjing, babi, kera, dan sebagainya.
Dalam kitab Syu’abul Iman karya Imam Al-Baihaqi, terdapat sebuah kisah memilukan tentang seorang pemuda ahli ibadah yang zuhud. Pemuda ini dikenal sebagai seorang penghafal Al-Qur’an yang kehidupannya penuh dengan keimanan dan ibadah.