DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pemimpin atau pemelihara yang terdapat di dalam Hadis di atas disebut dengan kata “ra’in” artinya adalah pemelihara yang selalu berusaha untuk menciptakan kemaslahatan bagi setiap anggota yang berada dalam pemeliharaannya.
Memuliakan dzurriyyah Nabi itu bukan karena kesholehannya atau kealimannya, tetapi karena itu adalah keturunan Kanjeng Nabi. Kalaupun dzurriyyah Nabi itu seorang yang alim atau yang disebut ithratur rasul, maka kita justru double dalam memuliakannya.
Dari dulu hingga sekarang dan selamanya, pada hakikatnya para kyai, para ulama Nusantara itu bukan saja sebagai tokoh agama, melainkan juga penjaga bangsa. Dan bahwa mencintai negara bukan berarti meninggalkan agama, justru itulah bentuk tertinggi dari tanggung jawab keagamaan.
Biografi Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., Ulama Perempuan Fenomenal NU
Syekh Muhammad Kasyful Anwar Martapura adalah ulama NU.
KH. Sirajuddin Abbas Minangkabau lahir pada tanggal 20 Mei 1905, di kampung Bengkawas, Kabupaten Agam, Bukit tinggi, Sumatra Barat. Beliau merupakan putra sulung dari seorang Qadhi, Syaikh Abbas bin Abdi Wahab bin Abdul Hakim Ladang lawas dan Ramalat binti Jai Bengkawas.
Kyai Asnawi juga menggubah sebuah doa populer untuk mendoakan Indonesia. Doa ini masih biasa dilantunkan di Masjid Menara Kudus pada pembukaan pengajian rutin bulanan. Doa berupa syair yang dipadu dengan shalawat ini juga sering dilantunkan oleh para pelantun shalawat.
KH. Ahmad Syahid atau yang akrab disapa dengan panggilan Ayah Syahid atau Ajengan Syahid lahir pada 9 Januari 1945 di Cicalengka, Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Beliau merupakan putra dari KH. Soleh.
KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah lahir 5 Agustus 1981, di Desa Adiluhur, Jabung, Lampung Timur Lampung. Beliau merupakan keturunan ke-9 Kiyai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari, Ponorogo.