DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di sebelah timur masjid Nabawi Madinah, tampak sebuah bangunan yang akan membuat kita takjub, terpesona karena kesederhanaannya.
Pada kisaran tahun 90-an, dalam sebuah Muktamar Tingkat Dunia yang diselenggarakan di Mesir, muncul pertanyaan dari Syaikh Mutawwali As-Sya'rawi tentang ke manakah perginya air bekas memandikan jasad Rasulullah SAW.
Sebagai makhluk sosial, setiap orang harus menjaga hubungan harmonis di antara sesama. Hubungan harmonis itu bisa terjaga apabila setiap individu mempunyai akhlak yang baik dan menghindari sifat sombong.
Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U merupakan titisan Dayah Abu Lam U yang pernah eksis dalam bidang pendidikan agama sebelum kemerdekaan RI di bawah pimpinan Tgk. Haji ‘Auf
Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha pernah menegaskan bahwa orang yang sudah selesai dengan dirinya adalah orang yang tenteram. “Kalau kamu hari ini sehat, hidup di negara yang aman, dan punya makanan, berarti kamu sudah punya dunia dan seisinya,” ujar beliau.
Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kelemahan. Dalam kelemahan itulah kita masih beriman kepada Allah. Dalam ketidakhebatan kita itulah kita selalu berusaha mendekati Allah.
Pondok pesantren Nida’ Al Qur’an berada di bawah naungan Yayasan Layanan Sosial Pendamping Dhuafa yang berkedudukan di Parakan, menempati tanah wakaf seluas 16.300 M.
"Umar bin Abdul Aziz juga berkata: 'Saya tidak senang jika para Sahabat Nabi Muhammad SAW tidak berbeda pendapat. Sebab jika tidak ada perbedaan maka tidak ada keringanan."
Kiai Masduqi lahir di Desa Saripan, (Syarifan) Jepara, Jawa Tengah, pada 1 Juli 1935 M. Lahir dari keluarga agamis dan fanatik terhadap agama, beliau tumbuh sebagi sosok yang tegas dan berani membela kebenaran.
Menurut Gus Baha, kesalahan memahami sejarah bisa berujung pada kesalahan menilai aqidah. Dan dalam konteks ini beliau mengaitkan pada kesalahan fatal kaum Yahudi yang menganggap Nabi Sulaiman hanya sekadar seorang raja, bukan seorang nabi.