DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Suatu ketika, sejumlah santri Pondok Pesantren Sarang, Rembang, yang berangkat haji bersama Gus Baha, meminta didoakan oleh Gus Baha saat berada di Multazam—sebuah tempat yang diyakini sangat mustajab untuk memanjatkan doa.
Meski bergenre petualangan, Hikayat Sultan Taburat jelas bukan bacaan sembarangan. Pengarangnya berulang kali mengingatkan pembaca agar tidak hanya menikmati ceritanya, tetapi juga mengambil pelajaran. Nilai-nilai Islam begitu kental mewarnai kisah ini.
Hal ini dikarenakan dengan takwa seseorang bisa membentengi diri dalam menjauhi hal-hal yang dilarang selama ibadah haji itu. Sedangkan jika dilihat secara dhohir makna takwa tersebut adalah adanya bekal yang cukup agar dapat memelihara diri dari perbuatan hina dan tidak meminta-minta.
Di antara banyak hal yang bisa memicu perdebatan sengit, rokok mungkin salah satu yang paling sering menjadi bahan canda tawa. Tapi siapa sangka, justru dari benda kontroversial inilah para kyai dan ulama kerap melontarkan lelucon-lelucon cerdas yang bikin jamaah tergelak sekaligus tersentil hatinya.
Salah seorang Kiai NU yang memiliki kehebatan luar biasa, yakni Kiai Amin bin Irsyad atau lebih akrab dikenal sebagai Kiai Amin Sepuh.
Dalam pandangan Gus Baha, persoalan ibadah seperti umroh dan haji tidak sekadar soal fiqih yang hitam-putih. Terkait dengan haji dan umroh lebih dari itu. Jika direnungkan lebih dalam, ini soal rasa, soal cinta, soal kerinduan kepada Rasulullah SAW.
Pesantren Miftahul Qulub dirintis dan didirikan oleh KH. Istad Djanawi pada 22 Agustus 1947. Pesantren Miftahul Qulub berlokasi di Jl. Masjid Imdadulloh Desa Tawar, Kec. Gondang, Kab. Mojokerto, Jawa Timur.Pesantren Miftahul Qulub Tawar Mojokerto
Berdasarkan pelacakan Henri Chambert-Loir (2013), sebanyak 26 karyanya tersimpan di Perpustakaan Nasional, membentuk korpus lebih dari 6.000 halaman yang ditulis dalam 14 tahun
“Barang siapa yang mempunya empat orang anak, kemudian tidak memberikan nama salah seorang dari mereka dengan nama ‘Muhammad’, maka tidak masuk rasa kecintaan kepada Muhammad dalam hatinya.”