DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di balik ketenaran Raden Saleh sebagai pelukis ternama era Hindia Belanda, terdapat kisah menarik tentang pilihan aksara dan makna filosofis yang ia tinggalkan dalam goresan tangannya.
Kematian adalah sebuah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia. Tidak peduli setinggi apa jabatan, sebanyak apa harta, atau sejauh mana manusia berlari, kematian akan tetap datang menjemput.
Pada dasarnya ketika menjalankan ajaran Islam ditemukan kendala yang mengakibatkan kepada kematian, sakit, kesulitan dan lainnya maka akan dijumpai solusi yang meringankan.
Gus Baha mengajak kita untuk kembali pada semangat Islam yang penuh kasih, memudahkan, dan memahami konteks. Karena seperti kata beliau, "Di zaman Nabi, Islam itu gampang." Maka, jangan sampai justru kita yang membuatnya terasa sulit.
Lewat kisah ini, Gus Baha ingin mengingatkan bahwa rahmat Allah itu sangat luas dan sering kali tak terduga. Manusia tak akan pernah benar-benar bisa menebak keputusan Allah, bahkan dalam perkara sebesar surga dan neraka.
Secara bijak dapat dikemukakan bahwa bukanlah absensi kematian kita yang kita tunggu, bukan di wilayah mana kita menemui ajal, tetapi bekal apa yang harus kita siapkan di kala kematian menghampiri kita.
Salah satu pernyataan beliau yang menarik tentang istimewanya Indonesia adalah karena wilayahnya dilewati garis Khatulistiwa. Hal ini menyebabkan adanya kesamaan dengan konteks wilayah Makkah yang mana menjadi wilayah pertama di mana Islam diajarkan.
Biografi Drs. KH. Cholid Narbuko, Salah Satu Pendiri PMII Asal Salatiga
Tidak perlu penjabaran yang rumit, cukup lafadh ini menjadi syafaat. Sabda Nabi yang berbunyi; “Man qaala Laa ilaaha illallah dakhalal jannah” (Barang siapa mengucapkan Laa ilaaha illallah, maka ia akan masuk surga), menurut Gus Baha sudah cukup menjelaskan keutamaannya.
Menurut Gus Baha, logika dapat mengantar manusia sampai pada pengakuan bahwa pasti ada suatu entitas yang menjadi awal dari segala keberadaan. Namun, logika sendiri tidak mampu memberi nama atau menjelaskan secara rinci siapa atau apa wujud awal itu.