DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Pemimpin harus menegakkan keadilan dan rakyat harus mendukung pemerintah dengan sikap yang benar, sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera dan diridhoi Allah.
Nyai Hj. Solichah bukan hanya sosok yang dicintai, tetapi juga sumber pelajaran hidup yang tak ternilai. Dalam setiap cerita cucu-cucunya, tersirat betapa besar pengaruh beliau, baik sebagai pemersatu keluarga maupun sebagai teladan dalam memegang prinsip hidup.
Pada awal abad ke-9, Kekhalifahan Abbasiyah berada dalam puncak kejayaan, meskipun kekuasaannya atas daerah pinggiranseperti Ifriqiyyah mulai mengendur. Dinasti Aghlabiyah, sebagai penguasa lokal di wilayah Afrika Utara, memanfaatkan otonomi ini untuk memperluas pengaruhnya.
KH. Moh. Sholih Musthofa adalah pengasuh keenam dari delapan pengasuh sampai sekarang. KH. Moh. Sholih Musthofa lahir dari pasangan KH. Musthofa bin KH. Abdul Karim bin K.H. Abdul Qahar dengan Nyai Aminah binti K.H. Sholeh Tsani. Ayah KH. Moh. Sholih Musthofa yakni KH. Musthofa adalah pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Thalabah di Kranji Paciran Lamongan
Terkait kata "kami" dalam Al-Qur'an, itu ada dua faedah. Pertama, li Al-Kastrah yang mempunyai arti banyak. Kedua, li At-Ta'dhim yang mempunyai arti mengagungkan. Namun yang dimaksud kata "kami" dalam Al-Qur’an adalah faedah yang kedua.
Dalam maqolah yang saya tandai dalam gambar, kurang lebihnya saya memahaminya adalah seperti ini, “Para qurro'/guru mengaji Al-Qur'an, tolok ukur keunggulannya adalah pada sejauh mana memahami ilmu tajwid.”
Ketika sudah mulai diamanati jabatan, hal yang perlu ditambah adalah tindakan tunai amanat. Sedangkan hal yang perlu dikurangi adalah ibadah ritual. Ini bukan berarti mengurangi kedekatan dengan Tuhan.
Makam Ki Ageng Pengging Sepuh Boyolali di dusun Malangan desa Dukuh kec. Banyudono kab. Boyolali.
Ketika Belanda ke Aceh, terdapat beberapa dayah yang telah berdiri di kawasan tersebut. Ketika perang meletus, dayah memainkan peranan penting dalam perlawanan rakyat Aceh. Sultan dan para uleebalang tidak sanggup menjalankan roda kepemimpinan, jadi para tentara ingin pemimpin lain untuk melanjutkan perlawanan dalam rangka mempertahankan tanah air mereka.
Seorang pemimpin harusnya mempunyai inner beauty (daya tarik) tersendiri yang bisa menarik perhatian dan mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya.