DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Anregurutta Sanusi Baco adalah pendiri dan pengasuh Pesantren Nahdlatul Ulum, salah satu Pesantren milik Nahdlatul Ulama di Kabupaten Maros. .
Biografi KH. Ahmad Syathibi Al-Qonturi (Mama Gentur) Ulama Nahdlatul Ulama Cianjur Jawa Barat
Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum dengan bantuan modal awal (hibah) dari Bapak H.M. Jusuf Kalla dengan merekomendasikan kepada Anregurutta H.M. Sanusi Baco, Lc berupa lahan seluas 3,7 hektar mulai dibangun pada tahun Kemudian atas bantuan Bapak Zainal Basri Palaguna (Gubernur Sulawesi Selatan saat itu) dengan sejumlah Ulama, tokoh dan Cendikiawan Muslim di Sulawesi Selatan.
Anregurutta KH. Sanusi Baco beliau adalah ulama karismatik dari Sulawesi Selatan berdarah Bugis selain sebagai Mutasyar PBNU beliau adalah pendiri pesantren Nadlatul Ulum Maros.
Dengan pikiran jernih, seseorang tidak hanya merasa cukup, tetapi juga mampu melihat berkah di mana-mana. Rezeki pun bukan hanya soal harta, melainkan ketenangan, kesehatan, dan kebahagiaan yang mengikuti pikiran yang bening.
Dalam ceramahnya, Gus Baha memberikan sudut pandang yang sederhana namun mendalam tentang cara melawan maksiat, “kesalahan kita adalah menganggap maksiat itu pasti menyenangkan dan taat itu tidak menyenangkan. Untuk melawan kenikmatan maksiat, orang harus terbiasa menikmati taubat, menikmati kebaikan.”
Prof. Dr. H. A. Fahmy Arief, M.A beliau adalah ulama dan cendekiawan dari Banjarmasin, beliau adalah ulama yang terlibat di Nahdlatul Ulama sejak remaja
KH. Abdul Halim Leuwimunding beliau merupakan salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Organisasi besar ini beliau menjabat sebagai Katib Tsani atau Sekretaris kedua di struktur NU untuk mendampingi Kiai Wahab Chasbullah.
Berusaha secara maksimal untuk meningkatkan dan menyempurnakan pendidikan dan pengajaran di Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah, usaha ini tercatat dalam sejarah perjalanan Pesantren ini yang dimulai dengan pendirian Madrasah Arabicshe School pada tahun 1941
Salah satu penyakit hati yang sering tidak disadari adalah ujub, yaitu merasa bangga terhadap diri sendiri. Dalam ceramahnya, Gus Baha menjelaskan bahwa sebenarnya menghilangkan ujub bukanlah hal yang sulit, selama seseorang memahami hakikat takdir Allah.