DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Hari Minggu lalu, pandangan mata publik dunia tertuju pada Mandalika, tempat berlangsungnya perhelatan balapan motor paling bergengsi di dunia, MotoGP
Safar atau perjalanan jauh adalah suatu hal yang menyulitkan (masyaqqah). Namun di saat sulit semacam itu, Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita kesempatan untuk banyak berdo’a dan di situlah waktu mustajab, mudah dikabulkan suatu do’a
Satu hal yang perlu digaris bawahi, ke semua macam atom tidak memerlukan mawdu’ untuk dapat dikatakan ada, seperti halnya aksiden. Secara umum matrik tersebut menunjukkan pembagian aksiden dan atom
Event balapan internasional MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah usai digelar. Miguel Oliveira hadir sebagai pemenang di urutan pertama
Kemeriahan MotorGP di Internasional Mandalika kemaren masih terasa sampai saat ini. Terdapat hal yang menarik saat Pagelaran MotoGP tersebut, sebab aksi pawang hujan di Sirkuit Mandalika menjadi sorotan.
Jika benar malaikat di langit itu berbincang-bincang satu sama lain tentang apa yang terjadi di bumi, kira-kira tema apakah yang diperbincangkan? Apakah memperbincangkan masalah kemiskinan?
Mengalihkan hujan ke tempat yang lain bukanlah semata keinginan atau keahlian pawang hujan saja. Semua orang berhak dan bisa menghindarkan dirinya dari guyuran air hujan. Bisa dengan berlindung di bawah payung, di balik mantel anti hujan
Dikisahkan Syekh Ibrahim al Matlubi, seorang ulama terkenal bertemu dengan seorang pemuda dalam sebuah pertemuan. Pemuda itu kaya dan rajin beribadah. Disebutkan bahwa pemuda itu selalu memberikan bantuan dan pertolongan kepada fakir miskin.
Alkisah pada suatu ketika, Dzun Nun Al-Mishri sedang berada dalam perjalanan. Dia berpapasan dengan seorang perempuan, dan sang perempuan tersebut bertanya kepada Dzun Nun