08 Aug 2023 · 1.583 dibaca · Hikmah
Laduni.ID, Jakarta - Banyaknya tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama marak kita jumpai saat ini, berbagai arahan dan atau himbauan terkait toleransi sudah digaungkan di mana-mana, dari pejabat, akademisi, kiai bahkan sudah menjadi pembicaraan yang lumrah di warung kopi tetapi gesekan-gesekan masih saja terjadi.
Begitu juga konflik-konflik horizontal yang terjadi di masyarakat, tak jarang berlatar belakang perbedaan agama, sehingga agama seolah-olah sebagai pemicu ketidakharmonisan. Padahal, semua agama mengajarkan kedamaian dan toleransi.
Kata toleransi sebenarnya bukan hal baru untuk didiskusikan, akan tetapi di tengah realitas masyarakat yang multikultural, pada tataran ini toleransi adalah suatu keniscayaan yang menjadikebutuhan dan diterapkan dalam kehidupan nyata.
Kalau dilihat dari sejarah toleransi ini sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah tahun 622 M.
Toleransi yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah sangat dominan dengan toleransi aktif-positif. Model toleransi aktif-posi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+