28 Apr 2025 · 767 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Dalam sebuah acara pengajian di Bayt Al-Qur’an—sebagaimana rekaman yang banyak tersebar di kanal YouTube—, Gus Baha mengungkapkan betapa rasa manis iman sejatinya terletak pada kenyamanan akal menerima kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Beliau menekankan bahwa keimanan yang sejati bukan sekadar tentang perasaan hati, melainkan tentang ketentraman akal yang tunduk dengan penuh kesadaran.
“Orang beriman itu, akalnya merasa nyaman dengan ajaran Nabi,” kata Gus Baha.
Gus Baha menggambarkan situasi luar biasa saat Nabi Muhammad pertama kali menyampaikan risalah tauhid di tengah masyarakat Quraisy.
“Bayangkan, Nabi datang dan menyatakan bahwa seluruh maujudat—segala sesuatu yang ada di alam semesta—diciptakan oleh Dzat yang gaib, tidak kasat mata. Bagi masyarakat jahiliyah waktu itu, ajaran ini tentu terasa aneh, bahkan tak masuk akal. Tapi bagi orang beriman, akalnya justru merasa damai, tenang, menerima kebenaran itu tanpa keberatan,” jelasnya lebih lanjut
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+