09 Jul 2019 · 3.149 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Saya sedang tidak bicara agama lain. Saya sedang bicara agama saya sendiri, Islam. Agama lain biar diurus oleh pemeluknya atau oleh pakar perbandingan agama. Fakta yang ada, tetapi sulit diakui secara jujur, adalah banyaknya aliran keras yang lahir dari teologi kekerasan. Teologi tidak saya gunakan secara spesifik untuk menunjuk salah satu pilar dalam agama yaitu akidah, tetapi madzhab Islam secara umum. Pikiran yang keras menghasilkan sikap militan, eksklusif, dan intoleran. Pada gilirannya, menghasilkan justifikasi untuk melakukan kekerasan.
Jadi, kalau ada yang percaya tidak ada hubungan dari jenis ekspresi tertentu dari aliran keras dengan tindakan kekerasan atau potensi untuk melakukan kekerasan, kita mungkin perlu membersihkan kaca mata kita yang buram. Teologi kekerasan inheren dalam kelompok yang mengklaim kebenaran mutlak dan punya justifikasi ‘langit’ untuk memberangus siapa saja yang menolak klaim mereka.
Saya tidak akan menyebut kelompok mana saja. Saya hanya akan menyebut kriteria dan kualifikasi. Silakan Anda cari send
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+