Safari Ziarah dan Berdoa di Makam KH. Cholil Nawawie Sidogiri

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Safari Ziarah dan Berdoa di Makam KH. Cholil Nawawie Sidogiri

Sekilas Biografi

KH Kholil Nawawi adalah sosok kiai Hafidz yang tawadhu, zuhud, dan bersahaja.  KH. Cholil Nawawie adalah pengasuh pesantren Sidogiri dari tahun 1961-1977.

Sekitar tahun 1925 M/1343H. Nyai Nadzifah, istri Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Nawawie Noerhasan, melahirkan seorang bayi lelaki. Atas saran Mbah Cholil Bangkalan, kiai dan wali kesohor dari Bangkalan, bayi itu kemudian diberi nama Muhammad Cholil. Dalam menjalani masa-masa belajar, Kiai Cholil mengembara dari satu pondok ke pondok yang lain.

Pada masa muda beliau mondok di Pondok Sarang, Kiai Cholil mondok hanya sekitar tiga bulan. Selepas dari Sarang, Kiai Cholil melanjutkan mengaji kepada Kiai Mahfudz, Termas, dan Kiai Masduki, Lasem, Jawa Tengah. Tidak diketahui secara pasti berapa lama Kiai Cholil mengaji kepada dua ulama kenamaan tersebut.

Selang beberapa lama, Kiai Cholil berangkat nyantri ke Mekkah. Di Tanah Suci, Kiai Cholil mengaji kepada ulama-ulama besar, di antaranya Syaikh Amin Kutbi dan Syaikh Hasan Al-Yamani. Disebutkan, sewaktu di Mekkah ia mondok selama tiga tahun.

Kiyai Kholil sidogiri seorang figure hamba Allah yang cinta ilmu pengetahuan dan memiliki maqom yang sangat tinggi. Beliau juga termasuk berkawan akrab dengan mbah kiai hamid pasuruan.

Kiai Cholil adalah sebuah kitab yang telah termanifestasi dalam tingkah laku. Demikian buku Jejak Langkah Masyayikh Sidogiri menyebutkannya. Dengan kata lain, ia adalah kitab berjalan yang berhias perilaku yang penuh dengan keteladanan dalam gerak-geriknya sehari-hari. Akhlaq dan syari’atnya tepat berpadu dengan ilmunya.

 

Lokasi Makam

Kiai Cholil wafat pada malam Senin pon 21 Ramadan tahun 1397 H/ 05 September 1977 M dan dihauli di Pondok Pesantren Sidogiri setiap tanggal 21 Ramadan (sore menjelang magrib). Makam Kiai Cholil berada di pemakaman keluarga Pesantren Sidogiri Pasuruan.