Biografi KH Makhtum Hannan

 
Biografi KH Makhtum Hannan

Silsilah dan Keluarga
KH Makhtum Hannan adalah Mustasyar PBNU dan pengasuh Pondok Pesantren Masyariqul Anwar Babakan Ciwaringin Cirebon, dilahirkan di Cirebon, 13 Juni 1938, dari pasangan KH Abdul Hannan dan Nyai Solihah. Kiai sepuh Babakan Ciwaringin ini masih keturunan Sunan Giri bin Maulana Ishaq.

Nasabnya
KH. Abdul Hannan adalah putra Kiai Toyyib bin Kiai Masina bin Kiai Juman bin Kiai Mansur bin Kiai Abbas bin Kiai Subki bin bin Kiai Kamali bin Kiai Abdurrahim bin Syeikh Abdul Latif bin Mas Buyut bin Sunan Ratna Geulis/Kikis bin Sunan Raja Desa bin Sunan Bahuki bin Khatib Arya Agung bin Dalem Suka Hurang bin Sayid Maulana Faqih Ibrahim bin Syaikh Abdul Muhyi --- Sunan Giri bin Maulana Ishaq.

KH. Abdul Hannan adalah putra Kiai Toyyib bin Kiai Masina bin Kiai Juman bin Kiai Mansur bin Kiai Abbas bin Kiai Subki bin bin Kiai Kamali bin Kiai Abdurrahim bin Syeikh Abdul Latif bin Mas Buyut bin Sunan Ratna Geulis/Kikis bin Sunan Raja Desa bin Sunan Bahuki bin Khatib Arya Agung bin Dalem Suka Hurang bin Sayid Maulana Faqih Ibrahim bin Syaikh Abdul Muhyi --- Sunan Giri bin Maulana Ishaq.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/61428/profil-ahwa-kh-makhtum-hannan-cirebon

Masa Pendidikan
KH Makhtum belajar ilmu agama pada ayahnya, KH. Abdul Hannan, pamannya, KH. Masduki Ali dan juga kakanya KH. Amrin Hannan. Selain itu, ia pernah belajar di Pondok Pesantren Kaliwungu pada Kiai Abu Khaer Pasarean, Kiai Subki, dan Ust. Fadhil. Juga mesantrrn di Pondok Pesantren Lasem di bawah asuhan Syeikh Masduki dan Syeikh Mansur bin Khalil.

Sepulang mesantren KH. Makhtum Hannan meneruskan pondok pesantren ayahnya di Babakan Ciwaringin – Cirebon. KH Makhtum mendirikan Jamiyyah Hadiyu dan Istighatsah. Cabang-cabangnya tersebar di seluruh wilayah tiga: Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Bahkan jaringannya sudah tersebar di Jawa maupun Luar Jawa.

Pada tahun 1960, bersama kiai-kiai lainnya Kiai Makhtum mendirikan Madrasah al-Hikamus Salafiyyah (MHS) tingkat, Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, Aliyyah, dan Ma'had Aly.

Di tahun 1963 KH Makhtum Hannan bersama pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin lainnya mendirikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model. KH Makhtum mendirikan Jamiyyah Hadiyu dan Istighatsah. 

Kini, cabang-cabangnya tersebar di seluruh wilayah tiga: Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu.  Bahkan jaringannya sudah tersebar di Jawa maupun Luar Jawa.

Sejak tahun 1996 setiap malam Jumat, KH Makhtum Hannan memimpin istighatsah bertempat di Maqbarah KH Abdul Hannan. Setiap bulannya, secara rutin digelar stighatsah Kubro yang diikuti ribuan orang dari pelosok-pelosok Desa dan luar daerah.

Sosok yang Tawaduk dan Telaten Mendidik Santri
Kiai Makhtum tidak mau mengajar kitab yang besar-besar pada para santrinya. Sekelas Kiai Makhtum tentu tidak mungkin tidak mampu membaca kitab-kitab gramatika Arab besar sekelas Alfiyah, Mughni al-Labib, ‘Uqud al-Juman, atau kitab-kitab fikih besar sekelas al-Umm, Mughnil Muhtaj, dan kitab-kitab fikih mazhab Syafi’i lainnya. Beliau lebih memilih kitab-kitab kecil untuk membekali santrinya di kemudian hari membaca kitab-kitab besar tersebut. Beliau sangat telaten mengajari kitab tersebut pada para santrinya. Satu bab saja bisa dibahas dalam beberapa kali pertemuan.

Selain telaten mendidik santri, beliau juga sosok ulama yang sangat tawaduk dan hati-hati. Prof. Dr. Nadirsyah Hosen pernah menceritakan dalam facebooknya, saat Kiai Makhtum diminta untuk berdoa menutup acara pertemuan Kiai-kiai yang tergabung dalam AHWA, beliau sempat menolak dan tidak mau. Begitulah sosok Kiai Makhtum di mata para santrinya.

Keluarganya
Ulama kharismatik yang hidup dengan penuh kesederhanaan itu memiliki 1 Nyai Hj. Aminah Istri 6 anak Ke-6 anak tersebut

  1. Hj Idah Faridah
  2. KH Rahmat Jauhari Mahktum
  3. Muhamad Mar’i
  4. Syuhada
  5. Kholid
  6. Muhammad Arsyad

Kiprah di PBNU
Dalam struktural Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Makhtum Hannan menjabat sebagai Mustasyar (Dewan Pansihat) PBNU.

Wafat
Sabtu, 21 Desember 2017, pagi sekitar pukul 06.35 WIB, Pengasuh Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin KH Makhtum Hannan (79) wafat di kediamannya, Babakan Ciwaringin. Almarhum meninggal pada umur 73 tahun, dengan meninggalkan satu orang isteri yaitu Nyai Hj. Aminah dan enam anak.