Pondok Pesantren Roudhotul Qur'an 2 Banyumas

Memperoleh Donasi Sebesar : Rp 0. Donasi Sekarang
 
Pondok Pesantren Roudhotul Qur'an 2 Banyumas
Sumber Gambar: Foto istimewa

PROFIL

Pada tahun 2014 Pondok Pesantren Putri Roudhotul Qur'an membuka cabang di daerah Purwokerto Banyumas, yaitu Pondok Pesantren Roudhotul Qur’an 2 (PPRQ 2). Beralamat di Jalan Karanggintung Rt 1 Rw 3 Sumbang Banyumas. PPRQ 2 dibuka sebagai pesantren mahasiswa dan telah menjadi pesantren mitra IAIN Purwokerto. PPRQ 2 diasuh oleh KH. Drs. Atabik YZ dan Ny. Hj. Nur Sochifah Al Khafidzoh. Putrinya, Hj. Allina Mustaufiatin Ni.mah yang merupakan mahasiswi IAIN Purwokerto yang mendampingi santri-santri di pesantren sejak tahun pertama (2014). Kemudian tahun ketiga (2016) putri ketiga, Hj Rifadatut Diana bersama suaminya yang merupakan putra dari KH. Toha Alawi Al Khafidz, H. Ahmad Musyaffa yang memegang jalannya kegiatan PPRQ 2 sampai sekarang, namun tetap di bawah asuhan KH. Drs. Atabik YZ.

Pada tahun pertama tahun 2014 jumlah santri 7, yaitu 5 santri putri dan 2 santri putra yang merupakan alumni dari PPRQ dan mahasiswa di Purwokerto. Tahun 2015, pembangunan PPRQ 2 berkembang memiliki 1 komplek asrama putri yaitu asrama Jauharatul Qur’an dengan jumlah santri menjadi 30 santri. Pembangunan terus dilakukan dan di tahun ketiga meningkat menjadi 60 santri dengan bertambah 1 komplek asrama putra. Dan sekarang jumlah santri sudah mencapai 95 santri dengan jumlah 4 komplek asrama, yaitu 2 asrama putri dan 2 asrama putra.

SEJARAH

Pondok Pesantren Putri Roudhotul Qur'an (untuk selanjutnya di sebut dengan PPRQ) didirikan oleh Hj. Badi'ah Munawwir, putri pasangan K.H M. Munawwir dan Ny. Hj. Salimah. Nyai Badi'ah merupakan kakak kandung Hj. Jauharoh Munawwir, istri KH. Mufid Mas'ud. Beliau hijrah ke Banyumas tahun 1956 mengikuti suaminya, KH Fathuddin yang kemudian menjadi anggota DPR Banyumas pada waktu itu. Di Banyumas beliau mengangkat Hj. Nur Sochifah, Putri KH. Mufid Mas'ud yang ke-enam sebagai putri angkatnya karena Hj. Badi'ah tidak berputra.

Awalnya Hj. Badi'ah mendirikan PPRQ hanya di atas tanah seluas 30 m2 berupa bangunan kecil di belakang rumah, santri yang mukim waktu itu sekitar enam santri yang kesemuanya berasal dari desa sekitar dan hanya ngaji al-Qur'an. pada tanggal 19 Januari 1986 Hj. Nur Sochifah dijodohkan oleh ayahnya dengan KH. Attabik Yusuf Zuhdi putra dari K. Yusuf Zuhdi. setelah pernikahan tersebut, pengelolaan pesantren Roudhotul Qur'an diserahkan oleh Hj. Badi'ah kepada KH. Attabik YZ dan isterinya. Perkembangan pesantren cukup menggembirakan, dari enam santri kemudian berkembang menjadi 30 santri.

Tahun 1990 ketika KH. Attabik mendirikan Sekolah Menengah Umum (SMU), pesantren ini benar-benar bangkit menjadi pesantren yang besar dan mapan. PPRQ berlokasi di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen Kebupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah. Daerah sekitar pesantren ini semula sepi, terpencil dari hiruk pikuk keramaian. Orang harus pergi ke kota yang jaraknya kurang lebih lima kilometer seandainya ingin berbelanja sesuatu dalam jumlah yang agak besar. ketika keberadaan pesantren sudah semakin mapan dan dikenal luas, tirai keterbelakangan masyarakat pun mulai tersibak, transportasi umum menambah Desa Sirau. pada gilirannya aktivitas masyarakat, lebih-lebih aktivitas perekonomian ikut pula terdongkrak.

Desa Sirau yang semula mungkin tidak tertera dalam peta kemudian menjadi tujuan orang-orang dari berbagai daerah. Tahun 1995 adalah tahun berkabung bagi segenap keluarga besar PPRQ, Hj. Badi'ah Munawwir berpulang ke hadirat Allah setelah menjalani perawatan di RS. Sardjito Jogjakarta dan dimakamkan di Dongkelan, menjadi satu dengan makam ayahnya KH. M Munawwir. Sejak saat itu PPRQ sepenuhnya dinahkodai oleh KH. Attabik YZ dan Hj. Nur Sochifah. Pada tahun 2003 santri pesantren ini bertambah menjadi sekitar 150-an santriwati, hal ini tak lepas dari terobosan yang dilakukan oleh KH. Attabik dengan mendirikan SMP Ma'arif NU 2 dan SMK Ma'arif pada tahun 2004.

Saat ini (2007) jumlah santri putri tercatat sekitar 290, sedangkan santri putra ada 145 anak. Sementara siswa yang tidak mondok, alias hanya sekolah di lembaga yang dijalankan PPRQ ini mencapai 1500-an anak. Oleh KH. Attabik PPRQ terus diperluas tanahnya menjadi dua hektar dan ditambah beberapa lokal bangunan, ini dikarenakan santri yang mondok di pesantren ini semakin banyak dan bangunan yang ada sudah tidak bisa menampung lagi.

Pengasuh

  1. KH. Drs. Atabik YZ 
  2. Ny. Hj. Nur Sochifah Al Khafidzoh
  3. KH. Ahmad Musyaffa
  4. NY. Hj Rifadatut Diana

Baca juga :  Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung

PENDIDIKAN

​​Pendidikan Non Formal

  1. TPQ
  2. Madrasah Diniyah
  3. Majelis Taklim 

Baca juga :  Menyemir Rambut dengan Warna Hitam, Bolehkah?

EKSTRAKURIKULER

Pesantren ini memiliki Ekstrakurikuler sebagai berikut:

  1. Kajian kitab kuning
  2. Tilawah Al Qur'an 
  3. Istighotsah
  4. Latihan pidato 4  bahasa
  5. Kursus Bahasa Inggris, Bahasa Arab 
  6. Tahfidzul Al-Qur'an
  7. Seni Hadrah
  8. Paduan Suara
  9. Komputer
  10. Olahraga
  11. Ziarah

 
Hadrah di Pesantren Pesantren Roudhotul Qur'an 2 Sumbang


Membaca Al Qur'an di Pesantren Roudhotul Qur'an 2 Sumbang


FASILITAS

Pesantren ini memiliki fasilitas sebagai berikut:

    1. Asrama Jauharatul Qur’an memiliki 5 kamar (Putri)
    2. Asrama Hidayatul Qur’an memiliki 4 kamar (Putri)
    3. Asrama Putra Atas
    4. Asrama Putra Bawah
  1. Aula Putra
  2. Aula Putri
  3. Koprasi Pondok Pesantren (2)
  4. Dapur Pesantren
  5. Perpustakaan
  6. Gedung baru dengan 4 ruang
  7. Kantor
  8. Wifi
  9. Parkiran

 


Masjid di pesantren Pesantren Roudhotul Qur'an 2 Sumbang


Gedung Sekolah di pesantren Pesantren Roudhotul Qur'an 2 Sumbang


Baca juga :   STAI Yamisa Soreang Kab. Bandung

ALAMAT

Jalan Karanggintung Rt 1 Rw 3 Sumbang Banyumas Jawa Tengah

Kode Pos       :    53183

Telepon          :   0856-4319-1642

 

 

 

KUNJUNGI JUGA

 

 

Yuk Ngaji Qur’an yang dilengkapi terjemah dan penjelasan di Laduni

 

Relasi Pesantren Lainnya

  • Belum ada pesantren yang berelasi dengan pesantren ini.