02 Sep 2021 · 2.049 dibaca · Kolom
Laduni.ID, Jakarta – Mengingat pesan-pesan Maulana menjelang pulang sebagaimana di atas, aku ingin menahan duka begitu mendalam. Aku mencoba menghibur diri dengan mengingat sebuah puisi manis karya agung Maulana, “Matsnawi”:
فَإِنْ مَضَتِ الاَيَّامُ فَقُلْ لَهَا إِذْهَبِى وَلاَ خَوْفٌ
وَلِتَبْقَ أَنْتَ يَا مَنْ لاَ مَثِيْلَ لَكَ فِى الطُّهْرِ
Bila waktumu telah tiba untuk pulang, berangkatlah.
Jangan gelisah, Aku tak akan berduka.
Sebab kau masih dan selalu di sini, di hatiku.
Duhai, yang tiada orang sepertimu.
Maulana, boleh jadi mengungkapkan puisi ini untuk guru spiritualnya yang agung, Sang Matahari dari Tabriz (Syams al-Tabrizi), sesudah putus harapan untuk bertemu kembali dengannya. Syams sang kekasih Rumi itu, hilang entah ke mana.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+