Biografi KH. R Ahmad Dimyati Sukamiskin (Mama Gedongan)

 
Biografi KH. R Ahmad Dimyati Sukamiskin (Mama Gedongan)

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Jasa, Organisasi, Karier dan Karya
4.1       Jasa Beliau
4.2       Riwayat Organisasi
4.3       Karier Beliau
4.4       Karya Beliau

5         Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
KH.R. Ahmad Dimyati lahir pada 10 Januari 1910 di Babakan Ciparay, Kewedanaan Tegalega, Bandung. Sekarang daerah ini resmi menjadi wilayah kota Bandung.
Dimyati dikenal dengan sebutan Mama Gedong. Hal ini mengacu pada kediaman rumahnya yang saat zaman penjajahan telah dibangun dengan dinding tembok. Keadaan rumah seperti itu menunjukan status sosial dan kepemilikan harta kyai tersebut. Memang dari silsilah keluarganya, beliau adalah keturunan bangsawan yang kaya.

Ayahnya, KH. Muhammad Alqo putera Daeng Daud yang berasal dari Kampung Pulo, Jakarta. Bersama ayahnya, Dimyati mendirikan pesantren Sukamiskin pada tahun 1881.

1.2 Wafat
Beliau wafat pada tanggal 1 Rabi’ul Awal 1402 H/April 1971 M di Bandung.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau menimba ilmu di Pesantren Cijerah Bandung (KH. Abu), Pesantren Cibaduyut Bandung (KH. Zarkasyi),  Pesantren Tebuireng Jombang (KH. Hasyim Asy’ari dan pendiri Jamiyah Nahdlatul Ulama), Pesantren Sukamiskin Bandung (KH. R. Dimiyati, yakni Ajengan Gedong wafat 1946), Pesantren Mangunreja Tasikmalaya (KH. Aon), dan Pesantren Pejaten Cirebon. KH. Zarkasyi dari Cibaduyut adalah salah satu ulama pada saat itu, sedangkan ulama sepuhnya adalah KH. Moh. Nawawi.

2.2 Guru-guru Beliau
1. KH. Abu
2. KH. Zarkasyi
3. KH. Hasyim Asy’ari
4. KH. Aon
5. KH. Moh. Nawawi.

2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
KH. Muhammad Alqo putera Daeng Daud yang berasal dari Kampung Pulo, Jakarta. Bersama ayahnya, Dimyati mendirikan Pesantren Sukamiskin pada tahun 1881.

3. Penerus Beliau
Murid-murid Beliau adalah para santri di Pesantren Sukamiskin Bandung

4. Jasa, Organisasi, Karier dan Karya
4.1 Jasa
Perjuangan beliau yang sempat tercatat antara lain adalah  sebagai komandan Laskar Hizbullah selatan dan sebagai salah seorang pendiri dan penyebar Jam’iyah NU untuk wilayah Jawa Barat dengan tugas khusus dari Hadlaratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.

4.2 Riwayat Organisasi
1. Ketua Tahfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (1950)
2. Ketua Rais Syuriah PWNU Jabar (1960).
3. Tahun 1958, saat mana Majelis Ulama dibentuk di Jawa Barat, beliau hadir mewakili KMKB Bandung.

4.3 Karier Beliau
1. Pengasuh pesantren Sukamiskin
2. Menjadi anggota konstituante hasil pemilu 1955 dan anggota DPR GR

4.4 Karya Beliau
Tafsir al-Quran ditulis dalam bahasa Sunda yang berjudul al-Tabyin al-Ajla wa al-Ahla karya KH.R. Ahmad Dimyati (w. 1946 M).

5. Referensi
https://ltnnujabar.or.id/ponpes-sukamiskin-bandung-catatan-historis-dari-minyak-wangi-hingga-rumah-gedong/
https://www.nubandung.id/2021/10/khr-ahmad-dimyati-tokoh-nu-dan-mufasir-sunda-pesantren-sukamiskin-bandung.html

 

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya