Wisata Religi dan Berdoa di Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari Banjarmasin

Wisata Religi dan Berdoa di Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari Banjarmasin

Banyak orang-orang yang belajar dan menuntut ilmu kepada beliau. Beliau diangkat menjadi mufti oleh pemerintah Belanda dan berkedudukan di Banjarmasin pada tahun 1896. Beliau wafat pada tanggal 8 Muharram 1348 H (1902) dan dimakamkan di depan rumah beliau di Jalan Masjid Jami Banjarmasin.

Oleh Pemerintah, makam beliau kemudian ditetapkan sebagai salah satu peninggalan dan cagar budaya yang dilindungi hingga sekarang dikenal oleh masyarakat Banjar dengan nama Kubah Sungai Jingah. Gelar beliau juga diabadikan menjadi nama satu kelurahan dalam wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara, yakni Kelurahan Surgi Mufti.
 


Makam ini berkelambu dan dilapisi kain kuning. Di samping kanan makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari ada dua makam yang berukuran lebih kecil sementara di samping kirinya ada satu lagi makam. Makam ini berada di dalam bangunan berupa kubah, letaknya di halaman sebuah rumah tradisional Banjar.

Di dalam rumah ini bak museum mini yang bisa dikunjungi peziarah. Di dindingnya ada beberapa dokumen dan foto penting tentang Syeh Surgi Mufti beserta keluarganya. Semasa hidupnya, Tuan Guru H. Surgi Mufti dikenal sebagai seorang ulama besar yang pemurah, ramah-tamah, dan disegani oleh semua kalangan, termasuk oleh Belanda.
 


Di sekitar makam ini, banyak ditemukan buku Surah Yasin dan taburan bunga. Peziarahnya banyak berkunjung biasanya di akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu. Lokasi makamnya ada di Jalan Masjid Jami, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Makam ini tiap hari selalu dikunjungi para peziarah.
 
 
 
 

   

 

yang Sudah Mengunjungi Wisata Religi dan Berdoa di Makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari Banjarmasin