Konsultasi Psikologi: Apakah Depresi Bisa Dipulihkan dengan Meditasi?

Konsultasi Psikologi: Apakah Depresi Bisa Dipulihkan dengan Meditasi?

Selamat siang...

Perkenalkan saya, M, perempuan. Saya mau cerita tentang teman saya, Pak. Teman saya ini suka depresi, bahkan pernah mau bunuh diri. Saat itu saya ajarin dia meditasi, tapi yang terjadi malah depresinya makin parah. Saya jadi ngerasa bersalah Pak. Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih Pak..

Selamat siang, Mba...

Terima kasih sudah berbagi dengan kami, Mba... Saya memberi apresiasi karena Anda telah berusaha membantu masalah teman Anda. Wajar, kalau Anda merasa sedih karena apa yang Anda sarankan tidak berhasil mengurangi masalah teman. Namun, Anda tidak perlu merasa bersalah karena apa yang Anda lakukan menunjukkan kalau Anda peduli dengan teman Anda.

Apa yang Anda sarankan bisa jadi cocok buat masalah yang lain. Seorang yang depresi berada pada kondisi di mana ia memusatkan perhatiannya dengan besar pada dirinya. Dia akan mengarahkan pikiran dan perasaannya pada dirinya (apa yang terjadi pada dirinya). Sementara meditasi adalah memusatkan pada satu titik dan merenungi apa yang terjadi. Jika depresi kemudian diajarkan untuk meditasi akan membuat perhatian pada dirinya semakin besar. Dia akan makin larut dengan permasalahan dan dirinya. Hal ini berakibat depresinya menjadi semakin parah.

Baca juga: Menghadapai Masalah Siapa Takut!

Orang yang depresi sedang diliputi suasana hati negatif yang besar. Kita perlu membuka selubung emosinya dengan memancingnya untuk berpikir rasional. Jika emosional menguasai seseorang, maka rasional ga akan bekerja. Demikian juga sebaliknya. Dengan membuatnya berpikir jernih, obyektif, logis dan rasional, maka emosinya akan berangsur berkurang pengaruhnya.

Semakin emosinya bisa dikendalikan, maka semakin jernih dia bisa berpikir. Jika demikian maka terbuka kemungkinan baginya untuk melihat dunianya dengan pikiran yang logis dan rasional.  Beberapa contoh pertanyaan yang berkaitan dengan pikiran objektif misalnya, "Mengapa berpikiran bunuh diri?", "Apakah dengan bunuh diri akan menyelesaikan masalah?", "Apakah masalahnya tidak bisa diselesaikan?".

Baca juga: Bagaimana Cara Membantu Teman untuk Menyelamatkan Rumah Tangganya?

Tentunya Anda tidak perlu merasa bersalah, jangan sampai justru Anda akan memiliki masalah baru, sementara Anda sedang membantu masalah teman Anda. Fokuslah pada pemecahan masalah teman Anda. Kalau Anda dilingkupi emosi negatif juga, niscaya Anda tidak akan bisa menyelesaikan masalah teman Anda. Karena penyelesaian masalah itu membutuhkan pikiran jernih, obyektif, logis dan rasional. Semoga bisa membantu, Mba...

Selamat siang

Salam hormat

DR. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi