Bersafari Ziarah dan Berdo'a di Makam Sunan Drajat

Bersafari Ziarah dan Berdo'a di Makam Sunan Drajat

Banyak sekali tempat-tempat wisata menarik yang dapat anda pilih sebagai tempat menghabiskan liburan, mulai dari pantai, gunung, wahana permainan, kuliner, wisata belanja dan masih banyak lainnya. Namun jika ingin mencari sesuatu yang berbeda, mengapa tidak mencoba untuk berwisata religi.

Ada banyak manfaat yang bisa anda dapatkan dari wisata religi. Tidak hanya dijadikan sarana berlibur, wisata ini juga bisa dijadikan sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Lamongan terkenal dengan soto ayamnya,bukan dengan gunungnya. Tidak hanya terkenal dengan makanan khasnya, kota ini juga memiliki sejarah yang banyak, terutama dalam penyebaran agama islam.

Kota ini cukup dekat dengan Giri, Gresik. Jarak dari gersik ke sini kurang lebih 60 menit tergantung kondisi lalu lintas. Museum, situs-situs tempo dulu cukup banyak di sini. Berikut ini adalah salah satunya

Bagi anda yang ingin mencoba wisata religi, anda bisa mencoba mengunjungi makan Sunan Drajat yang berlokasi di Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.


Sekilas Sejarah

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470, dengan nama kecil Raden Qasim, lalu mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, yang juga saudara dari Sunan Bonang. Setelah menguasai pelajaran Islam beliau menyebarkan agama Islam di desa Drajat sebagai tanah perdikan di kecamatan Paciran, yang merupakan tanah pemberian kerajaan Demak.

Sebagai penghargaan atas keberhasilannya menyebarkan agama Islam dan usahanya menanggulangi kemiskinan dengan menciptakan kehidupan yang makmur bagi warganya, beliau memperoleh gelar Sunan Mayang Madu dari Raden Patah Sultan Demak pada tahun saka 1442 atau 1520 Masehi Makam Sunan Drajat bisa ditempuh dari Surabaya maupun Tuban lewat Jalan Daendels (Anyar-Panarukan), 30 menit bila melalui Lamongan.



Lokasi Makam Sunan Drajat

Makam Sunan Drajat berada di Desa Drajat, Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dan menjadi salah satu tujuan kegiatan Wisata religi. Selain itu, untuk menghormati jasa - jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan.

Dan untuk melestarikan budaya serta benda-benda bersejarah peninggalannya, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendirikan Museum Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam. Musium ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur tanggal 1 Maret 1992.

 
Harga Tiket Masuk

Tempat ini buka 24 jam setiap hari. Bagi anda yang berasal dari luar kota tidak usah merasa khawatir, anda bebas mau berangkat pukul berapapun. Anda sebaiknya datang ke sini pada pagi hari ataupun malam hari, karena saat siang hari ramai pengunjung.

Tiket masuk ke Makam Sunan Drajat yaitu Rp. 0 atau gratis, namun anda akan dikenakan biaya parkir. Parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp. 2.000 sedangkan mobil ataupun bis dikenakan biaya Rp. 4.000. Berikut salah satu gambar dalam daerah ini.

 

Kuliner dan Oleh-oleh Lamongan

1. Soto Lamongan

Soto Lamongan merupakan soto ayam yang berasal dari Jawa Timur. Ciri khas soto lamongan ini adalah kuahnya yang kental dengan taburan bumbu koya yang siap menggoyang lidah. Untuk satu porsi Soto Lamongan terdiri dari suwiran ayam, kol, sohun, Sepotong telor rebus, kentang, lengkap kuah kentalnya, tidak lupa dengan tambahan sambel pedas dan perasaan jeruk nipis.



2. Nasi Boranan
Nasi boranan atau sego boranan, adalah makanan tradisional dan khas Lamongan, Jawa Timur. Kata Boranan ini berasal dari tempat Nasi yang di gendong dengan selendang pada punggung, Nasi boranan belum banyak dikenal di luar Lamongan karena memang hanya dijual di Lamongan.



3. Tahu Campur Lamongan
Tahu campur adalah salah satu makanan khas Jawa Timur, tepatnya dari kota Lamongan. Tahu campur terdiri dari sop daging sapi kenyal, tahu goreng, perkedel singkong, tauge segar, selada air segar, mi kuning, dan kerupuk udang. Semua ini kemudian dicampurkan ke bumbu petis, bawang goreng, dan sambal.



4. Wingko Babat
Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula.




5. Bandeng Colo-colo
Bandeng Colo-colo ini merupakan menu baru yang bisa dinikmati penggemar kuliner di Lamongan. Menu satu ini tak berbeda dengan lalapan bandeng. Hanya saja, sambalnya yang khas membedakan dengan lalapan pada umumnya. Diantara bumbu alami penghilang bau amis ikan bandeng ini adalah daun sirih yang dicampur dengan irisan tomat dan cabe serta irisan bawang merah. Agar lebih sedap, bumbu-bumbu ini kemudian dicampur dengan kecap.
 


 


 

 

 

 

yang Sudah Mengunjungi Bersafari Ziarah dan Berdo'a di Makam Sunan Drajat