DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
“Barang siapa mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, sungguh Kami akan memberinya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
“Mencintai dalam diam” bukan sebagai pelarian dari rasa takut atau bentuk penyiksaan batin atas cinta yang tak tersampaikan kepada manusia, melainkan sebagai bentuk pengalihan cinta tertinggi kepada sang teladan abadi, Rasulullah SAW. Inilah jalan menuju ketenangan hati dan cinta yang tak pernah sirna.
Dr. KH. M. Luqman Hakim mengajak jamaah untuk merenungi makna kemerdekaan yang sejati. Beliau membuka dengan satu pernyataan bahwa tidak ada di dunia ini yang lebih membahagiakan dibanding rasa merdeka.
Jika perempuan itu mitra para lelaki, maka kedua jenis manusia ini harus seiring selangkah, saling memahami. Sikap superior dan inferior sewajarnya ditiadakan.
Ketika kita berbicara tentang hakikat cinta, maka harus dikembalikan bahwa tidak ada yang patut kita cintai kecuali Allah. Cinta yang benar adalah cinta kepada Allah. Kalau kita mencintai yang lain selain Allah, maka cinta itu hanyalah refleksi dari cinta kita kepada Allah.
Hakikatnya, setiap orang Mukmin itu memahami bahwa ilmu, harta dan jabatan adalah wasilah untuk berkhidmah, untuk meraih ridho Allah SWT. Mereka berkhidmah, dengan ketundukan dan penuh keikhlasan.
Allah SWT memang telah menentukan siapa pasangan setiap orang kelak. Tapi persoalan jodoh tidak pernah tuntas dibahas oleh setiap orang dalam setiap waktu. Tidak ada yang tahu secara pasti atau bisa menentukan siapa jodoh kita kecuali Allah SWT.
Akibat pendekatan yang terlalu formalistik, maka sering kali kita temui orang yang rajin shalat tapi pembohong kelas berat; atau rajin pergi ke tanah suci tapi korupsi jalan terus; atau mereka yang bersorban dan bergamis tapi sibuk mencari perempuan ke cianjur, dan paradoks lainnya.
“Bulan itu (Sya'ban) banyak dilupakan orang yang keberadaannya diantara Rajab dan Ramadhan. Itulah bulan diangkatnya catatan amal-amal perbuatan menuju Tuhan penguasa alam semesta. Dan aku ingin diangkatnya amal perbuatanku sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)
Kasus pengeroyokan Pak Agus, guru SMK di Jambi, oleh siswanya sendiri bukan hanya tragedi kemanusiaan dan pendidikan, tetapi juga peringatan keras tentang runtuhnya adab.