DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di antara warisan Ki Ageng Selo yang sangat berharga adalah Pepali Ki Ageng Selo, yaitu kata-kata hikmah berupa wejangan, nasihat, atau wasiat.
'Orang pinter' tersebut tidak lain adalah KH. Hamim Tohari Djazuli atau Gus Miek. Ya, betapa barokahnya ijazah doa Gus Miek, sehingga dapat menyembuhkan penyakit yang bahkan tidak bisa disembuhkan oleh dokter di rumah sakit mana pun.
Suatu hari Kyai Ahmad Watucongol, Magelang, kedatangan seseorang tamu keturunan Tionghoa. Sang tamu bercerita bahwa perusahaannya bangkrut dan ia harus menanggung utang yang cukup banyak.
Ketika beliau wafat, banyak orang merasa kehilangan tokoh pengayom yang sangat perhatian pada umat itu. Disaksikan oleh banyak orang, ketika akan dimakamkan ada salah satu karomah beliau yang terungkap.
Barangkali cukup banyak "wasiat" Mbah Sahal Mahfudz, Allahu yarham, lebih-lebih pesan secara implisit melalui tindakan (haliyah) beliau. Namun, setidaknya ada lima pesan atau wasiat penting dari beliau yang masih saya ingat.
Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pengingat akan krisis akhlak yang sedang melanda. Dan dunia spiritual bukanlah soal keajaiban belaka, melainkan soal bagaimana kita menjadikan akhlak Rasulullah sebagai teladan hidup.
Diriwayatkan bahwa Wahb bin Munabbih, seorang ulama besar, pernah menceritakan kisah menarik tentang pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Iblis. Dalam kisah ini, Allah SWT memerintahkan Iblis untuk menemui Nabi Muhammad SAW dan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Dalam sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, kita akan menemukan fakta bahwa beliau jarang sekali jatuh sakit. Bahkan, beliau merasakan sakit hanya ketika menjelang wafatnya karena diriwayatkan terkena sebuah sihir yang memang ditakdirkan oleh Allah SWT demikian.
Bahagia harus dilatih dengan sesuatu yang sifatnya baik. Jangan sampai ada yang merasa bangga dan bahagia dengan kemaksiatan. Karena itu, harus melatih diri bahagia dengan berbagai hal yang berupa kebaikan.
Keadilan sejati hanya dapat ditegakkan jika seorang pemimpin bersikap netral dan tidak terpengaruh oleh hubungan pribadi atau kepentingan tertentu. Di sinilah akal dan hati harus diselaraskan. Dengan demikian, kepercayaan rakyat dapat terjaga, dan kehidupan sosial akan berjalan harmonis.