DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Dalam kitab Qimatuz Zaman 'indal Ulama, Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menjelaskan banyak hal mengenai kebiasaan para ulama besar dalam menjaga waktunya agar tidak terlewatkan sia-sia.
“Ketahuilah, bahwa yang patut dan pantas disebut sebagai seorang ulama ialah sosok yang makananannya, pakaiannya, tempat tinggalnya (rumah) dan hal- hal lain yang berkaitan dengan kehidupan duniawi, adalah sederhana, tidak bermewah-mewahan dan tidak berlebihan dalam kenikmatan.”
Di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, ada satu sosok ulama yang namanya harum hingga kini. Tidak lain, beliau adalah KH. Abdul Karim, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Manaf atau Mbah Abdul Karim, yakni pendiri serta pengasuh pertama dan utama.
Disebutkanlah, ketika Presiden Soekarno mengetahui kedatangan mobil yang membawa Mbah Mahrus Aly tiba, sang presiden pun bergegas berlari untuk membukakan pintu mobil sang kyai.
Sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai ciri-cirinya sendiri, pesantren memiliki tradisi keilmuannya yang berbeda dari tradisi keilmuan lembaga-lembaga lain.
Nasihat-nasihat para kyai selalu tertanam di dalam jiwa para santri, meski telah jauh berpisah atau bahkan telah ditinggal wafat. Nasihat-nasihat itu seakan menjadi pengikat ruhaniyah yang tidak boleh terputus selamanya.
Biografi Kyai Makmur, Ulama Pejuang dan Bupati Pemalang
Banyak orang tua yang menginginkan anaknya belajar di pondok pesantren. Sebab sejak dulu hingga kini pesantren telah terbukti mampu memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak bangsa, yang memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional.
Di dunia pesantren sering terjadi fenomena di mana santri menata sandal kyainya. Fenomena tersebut sudah biasa terjadi di pesantren manapun dan menjadi sebuah tradisi yang terus dilakukan sampai saat ini.