Penjelasan Padi Ketan dan Zakat

 
Penjelasan Padi Ketan dan Zakat

Padi Ketan Termasuk Hasil Bumi yang Wajib Dizakati

Pertanyaan :

Apakah padi ketan itu termasuk hasil bumi yang dizakati?

Jawab :

Padi ketan termasuk hasil bumi yang wajib dizakati, karena dapat dipergunakan sebagai bahan makanan pokok untuk hidup walaupun jarang dimakan.

Keterangan, dalam kitab:
Kasifah al-Saja[1]

وَلاَ زَكَاةَ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ فِيْ رُطَبٍ وَعِنَبٍ وَمَا صَلُحَ لِلْإِقْتِيَاتِ مِنَ الْحُبُوْبِ كَقُمْحٍ وَشَعِيْرٍ وَأَرُزٍّ إِلَى أَنْ قَالَ وَإِنْ كَانَ مَا يَصْلُحُ لِلإِقْتِيَاتِ يُؤْكَلُ نَادِرًا. إهـ.

Tidak wajib zakat kecuali pada kurma, anggur dan segala jenis biji-bijian yang bisa dipergunakan untuk bahan makanan pokok, seperti gandum dan beras... walaupun yang dipergunakan untuk bahan makanan pokok tersebut jarang dimakan.


[1]   Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi, Kasyifah al-Saja, (Surabaya: Dar al-Ilmi, t. th.), h. 108.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN