Puasa Setelah Nisfu Sya’ban: Masih Sunnah atau Justru Dilarang?

 
Puasa Setelah Nisfu Sya’ban: Masih Sunnah atau Justru Dilarang?

Laduni.ID, Jakarta - Bulan Sya’ban sebentar lagi meninggalkan kaum muslimin. Masuknya pertengahan bulan ini yang dikenal dengan Nisfu Sya’ban menjadi penanda bahwa kita kian dekat kepada bulan yang paling dinanti, yakni bulan Ramadhan, bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, Sya’ban bukan sekadar bulan biasa, melainkan masa persiapan spiritual yang sangat penting, agar dalam memasuki Ramadhan dalam kondisi iman, kesiapan fisik, dan kesiapan hati.

Dalam tuntunan syariat, bulan Sya’ban memang memiliki kedudukan tersendiri. Nabi Muḥammad SAW dikenal memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini. Ummul Mu’minin Aisyah raḍiyallahu Anha menuturkan:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN