Penjelasan Hukum tentang Membatalkan Puasa Sunnah

 
Penjelasan Hukum tentang Membatalkan Puasa Sunnah

PERTANYAAN :

Assalamualaikum. Mau nanya, misal saya puasa sunah lalu bersilaturrahim dan disitu disuguhi hidangan, mana yang lebh baik saya lakukan? Apakah meneruskan puasa sunah dan menolak hidangan ataukah membatalkan puasa sunah dan memakan hidangan dengan tujuan idkholussurur? Mohon disertakan referensi ta'birnya. Makasih. 

 

JAWABAN :

Wa'alaikum salaam, orang yang berpuasa sunah ketika bertamu dan disuguhi makanan maka sunah membatalkan puasanya kalau sekiranya tidak makan menyinggung perasaan tuan rumahnya, kalau tidak menyinggung perasaaan tuan rumahnya maka lebih utama tidak membatalkan puasanya. Akan tetapi menurut Imam Syafi'i secara muthlaq sunah membatalkan puasanya.

: يندب الأكل في صوم نفل ولو مؤكدا لارضاء ذي طعام بأن شق عليه إمساكه ولو آخر النهار للأمر بالفطر و يثاب على ما مضى و قضى ندبا يوما مكانه فإن لم يشق عليه إمساكه لم يندب الفطر بل الإمساك أولى____وأطلق الإمام الشافعي والعراقيون الحكم فيندب الأكل عندهم مطلقا. إعانة الطالبين ٣/٣٦٥-٣٦٦

 

Hukum memotong / membatalkan puasa sunnah itu makruh jika tanpa udzur dan tidak mendapat kemakruhan membatalkan semisal makan bersama tamu jika memang tamu tadi tidak mau makan jika tidak ditemani. 

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN