Benarkah Perempuan Kurang dalam Akalnya? Ini Faktanya

 
Benarkah Perempuan Kurang dalam Akalnya? Ini Faktanya

LADUNI.ID, Jakarta - Pada zaman Romawi kuno, perempuan dianggap dan dinilai hanya sebagai beban keluarga yang tidak ada gunanya selain budak pelampiasan nafsu birahi semata. Tidak hanya itu, perempuan juga dianggap tidak berhak mendapatkan kesejahteraan.

Anggapan wanita lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki di zaman sekarang ini juga masih sangat sering kita temui. Salah satunya pada kasus kesalahan dalam memahami makna sebuah hadis:

 ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﻦ ﻧﺎﻗﺼﺎﺕ ﻋﻘﻞ ﻭﺩﻳﻦ

(Wanita kurang dalam akal dan agamanya).

Dengan sepenggalan hadis tersebut, beberapa orang beranggapan kalau wanita itu benar-benar kurang dalam akalnya, kurang cerdas jika dibandingkan dengan laki-laki (makanya kalau melihat wanita yang cerdas mengungguli laki-laki malah terheran-heran, dan dibilangin langka). Bahkan, wanita juga dianggap tidak bisa berbuat banyak dan sebagaianya hingga pada tingkat penganiayaan.

Pendeknya pemahaman tersebut, tentunya sangat disayangkan, sebab mencederai makna dari hadis itu sendiri. 

Padahal hadis tersebut menjelaskan kalau Wanita kurang dari segi akalnya dilihat dari fakta pada kebanyakan kasus, di mana wanita memang lebih mengedepankan perasaan dari pada akal pikirnya (penilaian secara umum bukan perorangan, kalau dinilai perorangan bisa berbeda hasilnya). Hal tersebut terjadi karena perempuan lebih sering menggunakan otak kanannya yang berkaitan dengan perasaan  (menggabungkan sosial dan ingatan).

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN