02 Mar 2022 · 3.472 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta – Bagi keluarga dan teman, kematian salah satu orang yang dicintai mungkin adalah sebuah musibah. Namun bagi orang mukmin yang baik, wafat atau kematian tidak lain adalah sebuah anugerah. Dalam hadis riwayat Imam Hakim yang beliau shahihkan disebutkan:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «تُحْفَةُ الْمُؤْمِنِ الْمَوْتُ» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ
[الحاكم، أبو عبد الله ,المستدرك على الصحيحين للحاكم ,4/355]
"Anugrah seorang mukmin adalah kematian." (HR. Hakim no. 7900)
Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Mas'ud juga disebutkan:
قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ: «لَيْسَ لِلْمُؤْمِنِ رَاحَةٌ دُونَ لِقَاءِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
[ابن المبارك، الزهد والرقائق لابن المبارك والزهد لنعيم بن حماد، ٦/١]
"Tidak ada istirahat yang sesungguhnya bagi seorang mukmin selain bertemu dengan Allah."
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+