Serial Wayang Kebatinan Islam #1: Spiritualitas dalam Dunia Pewayangan

Seri Wayang Kebatinan Islam pada bagian ini menyampaikan Spiritualitas dalam Dunia Pewayangan.

Serial Wayang Kebatinan Islam #2: Kemunculan Wayang Kulit di Masa Prasejarah

Perkembangan wayang di Indonesia merupakan hasil dari proses yang berkesinambungan antara masa yang berbeda, sampai mengalami penyempurnaan seperti sekarang ini.

Serial Wayang Kebatinan Islam #3: Wayang Kulit pada Masa Hindhu-Budha

Perkembangan wayang dari masa ke masa, bagian masa Hindhu-Budha.

Serial Wayang Kebatinan Islam #4: Wayang Kulit di Masa Kerajaan Demak dan Pajang

Sejarah perwayangan setelah masa Pra Sejarah, Hindhu-Budha, maka memasuki masa Islam yang dimulai dari kerajaan Demak dan Pajang.

Serial Wayang Kebatinan Islam #5: Perkembangan Wayang Kulit pada Masa Mataram

Wayang di zaman kerajaan Mataram mengalami perkembangan yang signifikan dengan adanya pengembangan perwatakan pada para tokoh wayang,

Serial Wayang Kebatinan Islam #6: Perkembangan Wayang Kulit setelah Kemerdekaan

Perkembangan wayang kulit di masa paska kemerdekaan menarik disimak dengan adanya pengembangan dari penerimaan perangkat modern.

Spirit Islam dalam Wayang Kulit #1: Amanah Wali Sanga pada Seni Wayang

Wayang kulit sebagai diamanahkan oleh Wali Sanga adalah sebagai media dakwah Islam kepada masyarakat dengan mempertimbangkan perkembangan zaman.

Serial Tokoh Wayang: Semar, Tokoh Sang Paku Dakwah Islam bagi Peradaban

Profil Semar memberikan gambaran tentang pentingnya kita berhubungan dengan Tuhan.

Pengakuan Ekonom Penghancur #8: Melalui Wayang, Rakyat Indonesia Melek Politik Dunia

Perkins menceritakan sebuah pertunjukan wayang yang tragis, di mana tokoh perjuangan nasional dari Belanda, terbunuh akibat 'provokasi' dari pertunjukan wayang.

Semalam Suntuk, Mendagri RI Saksikan Wayang Kulit pada Peringatan Hari Wayang se-Dunia

LADUNI.ID, Jakarta – Pada pergelaran wayang kulit di De’ Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/11) malam. [Gambar] Saat Mendagri RI peringati Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Pacasila (Simpang Lima) Kota Semarang, Kamis (1/6) malam.

Kisah Mbah Paijo, Mau Shalat karena Bertemu Tokoh Wayang Werkudara

Mbah Paijo adalah tokoh kejawen yang dikenal ramah, sederhana dan dihormati, tapi tidak mau sholat.

Gus Mus: Wayang, Keindahan yang tak Menabrak Fikih

Dakwah itu harus se-kreatif Wali Songo. Ketika di Jawa gandrung dengan kesenian, Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, menciptakan suatu yang karya monumental, yaitu wayang.

Melacak Jejak Dakwah Islam dalam Seni Wayang

Kepercayaan yang berkembang di Nusantara sekitar 1500 tahun sebelum Masehi adalah bentuk kepercayaan Animisme. Dalam kepercayaan ini, orang meyakini bahwa roh orang yang telah meninggal masih tetap hidup dan memiliki kemampuan untuk memberikan pertolongan kepada manusia yang masih hidup.

Mentradisikan Budaya, Melanggengkan Indonesia

Pemerintah Indonesia sudah harus tegas melumpuhkan pontensi intoleransi dan radikalisme, juga potensi perusak budaya Nusantara.

Wayang, Hukum Mubah dan Kekayaan Nusantara

Hampir sepekan jadi polemik, wayang telah menjadi target yang diharamkan oleh penceramah yang tidak punya kapasitas paham tentang hukum Islam (fikih).

Sejarah Wayang di Indonesia

Wayang  yang  kita  lihat  sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg atau berhenti. Seni budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya. karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh.

Sejarah Perkembangan Wayang dan Perubahan Fungsi Wayang dalam Masyarakat

Seni pertunjukan wayang yang tumbuh dan berkembang di Jawa merupakan kesenian tradisonal yang mampu bertahan dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman dengan segala aspek perubahan-perubahannya. Perkembangan seni pertunjukan wayang di pengaruhi oleh kondisi sosial, yang berpengaruh terhadap perubahan fungsi seni pertunjukan wayang.

Serial Tokoh Wayang: Abimanyu

Abimanyu  adalah putra kesayangan dari Arjuna, penengah dari Pandawa dan cucu Prabu Pandudewanata, raja Negeri Astina. Ibunya bernama Dewi Subadra dalam pewayangan lebih dikenal dengan sebutan Dewi Wara Sembadra,  putri Prabu Basudewa raja negeri Matura/Madura/ Mandura  dengan Dewi Dewaki.

Serial Tokoh Wayang: Begawan Abiyasa

Begawan Abiyasa adalah adalah kakek keluarga Pandawa dan Kurawa. Ayah Begawan Abiyasa adalah Begawan Palasara, pertapa terkenal dari Gunung Rahtawu. ibunya, yang bernama Dewi Durgandini,

Serial Tokoh Wayang: Adirata

Adirata adalah Raja Petapralaya yang juga bergelar Prabu Radheya, Istrinya bernama Dewi Nadha atau lebih dikenal dengan nama Radha. Adirata dalam Kitab Mahabharata adalah ayah angkat Adipati Karna atau Karna, yang sebenarnya adalah putra sulung Dewi Kunti dari Batara Surya.

Serial Tokoh Wayang: Dewi Amba

Dewi Amba adalah putri sulung dari tiga bersaudara, putri Prabu Darmahumbara, raja negara Giyantipura dengan peramisuri Dewi Swargandini. Kedua adik kandungnya bernama Dewi Ambika (Ambalika) dan Dewi Ambiki (Ambaliki).

Serial Tokoh Wayang: Dewi Ambika dan Dewi Ambalika

Dewi Ambika (Ambalika) dan Dewi Ambiki (Ambaliki), putri Dewi Swargandini dan Prabu Darmahumbara atau Prabu Darmamuka, raja negara Giyantipura atau Sruwantipura. Dalam kitab Mahabharata juga disebut dengan nama Kerajaan Kasi atau Kasipura.

Serial Tokoh Wayang: Anggada

Anggada adalah salah satu tokoh wayang yang berwujud kera berbulu merah. Dia anak tunggal Resi Subali, raja kera dari Kerajaan Guwakiskenda, sedangkan ibunya seorang bidadari ‘bernama Dewi Tara. itulah sebabnya, ia juga disebut Subaliputra atau Subalisuta.

Menampilkan 1 - 10 dari 23