DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Di zaman sekarang, kesuksesan sering diukur dengan jabatan tinggi, kekayaan melimpah, popularitas, atau pencapaian duniawi lainnya. Tidak sedikit wanita yang merasa harus mengejar berbagai standar tersebut agar dianggap berhasil dalam hidup. Padahal Islam mengajarkan ukuran kesuksesan yang jauh lebih tinggi dan lebih abadi daripada sekadar pencapaian dunia.
Di tengah derasnya arus media sosial, banyak orang merasa hidup semakin sulit untuk dinikmati. Setiap hari mata disuguhi pencapaian orang lain, kemewahan yang dipamerkan, hingga standar kesuksesan yang terus berubah.
Asy-Syaikh Al-Imam Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi lahir pada 16 April 1911 M di Desa Daqadus, Distrik Mith Ghamr, Provinsi Daqahlia, Republik Arab Mesir. Di usia yang masih dini, 11 tahun, ia sudah hafal al-Quran.
Makam KH. Abdul Qadir Hasan Martapura Kalimantan Selatan
Kata Muharram secara bahasa, berarti diharamkan. Abu ‘Amr ibn Al ‘Alaa berkata, “Dinamakan bulan Muharram karena peperangan (jihad) diharamkan pada bulan tersebut”. Pada bulan ini Allah melarang hambanya untuk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya. Seperti misalnya berperang.
KH. Abdul Qodir Hasan memulai pendidikannya dengan mengaji di Martapura. Guru-guru beliau di antaranya, KH. Abdur Rahman (Guru Adu) Tunggul Irang, dan KH. Muhammad Kasyful Anwar.
Bulan muharram adalah bulan pertama dalam kalender hijriyah. Muharram yang artinya “diharamkan” atau “dipantang” melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Pada bulan ini menjadi pembuka tahun dalam kalender hijriyah
KH. Nur Hasyim merupakan pendiri Pesantren Nurul Huda Soko, Tuban, Madrasah Aliyah (MA), Tarbiyatul Islam pada 1979 dan satu Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda (YAPISNU).