DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sejauh keridaan-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya
Kecemerlangan KH. Agus Sunyoto di Dunia Sastra dalam hal sejarah semakin terlihat dan banyak diakui oleh berbagai kalangan, baik dari kalangan pesantren maupun dari kalangan para pakar sejarah. Hal tersebut dibuktikan setelah buku karangan beliau yang berjudul “Atlas Wali Songo” menjadi buku nonfiksi terbaik 2014.
KH. Abdul Fattah Hasyim dikenal sebagai seorang yang memiliki kepribadian yang adekuat. Hal ini nampak pada perilakunya yang cenderung teguh dalam memegang prinsip, suka menolong, penuh kasih sayang, zuhud, wira’i dan tawaddlu’.
KH. Sya’roni Ahmadi telah memberikan banyak hal. Tradisi santri yang sekarang ini lekat dengan masyarakat Kudus rasanya tak bisa dilepaskan dari jasa beliau. Pengajian rumahan atau di masjid-masjid seperti di Masjid Al Aqsha Menara Kudus masih rutin dijalankan.
Pesantren Yanbu’ul Qur’an didirikan oleh K.H. Arwani Amin Said, seorang ulama besar yang sangat dikenal keilmuannya, terutama dalam bidang al-Qur’an dan Thariqah.
Tiga kunci sederhana dari Ustadzah Halimah Alaydrus ini, jika dijalankan dengan istiqamah, akan menjadikan hidup lebih terarah dan semakin dekat dengan surga.
Seorang nonmuslim (Majusi) bernama Bahram yang penuh dosa, menikahi anak perempuannya sendiri, mengadakan pesta haram, hidup dalam kemusyrikan, dan tak punya rasa empati terhadap orang lain. Namun, pada akhirnya ia justru diridhai Allah SWT, mendapat salam langsung dari Rasulullah SAW melalui mimpi seorang ulama besar, lalu meninggal dalam keadaan syahadat.
Selain sibuk menjadi Ra'is Syuriah PWNU DKI Jakarta, beliau juga mengasuh pengajian di Masjid Jami An-Nur, Paseban. Embrio pengajian ini telah lahir sejak tahun 1930-an. Awalnya dirintis oleh Muallim Thabrani Paseban.
KH. Muhammad Al-Maghfur mendirikan pesantren di Cijambe, Ciberegbeg, Cibeber, Cianjur setelah beliau menyelesaikan belajar di Cilaku sekitar tahun 1951 dan beliau pada saat itu berumur 23 tahun. Pesantrennya tidak diberi nama, tapi para santri datang dari berbagai penjuru meski tanpa publikasi.
KH. Bisri Syansuri Jombang adalah Ulama intelektual, dan kharismatik, pendiri dan pengasuh Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Jawa Timur.