Ziarah di Makam KH. Muhammad Sholih Tsani, Pengasuh Pesantren Qomaruddin, Gresik

 
Ziarah di Makam KH. Muhammad Sholih Tsani, Pengasuh Pesantren Qomaruddin, Gresik

Daftar Isi

  1. Profil
  2. Lokasi Makam
  3. Haul
  4. Motivasi Ziarah Menurut Syeikh An Nawawi Banten
  5. Fadilah
  6. Peninggalan
  7. Oleh-oleh
  8. Sumber

 

Laduni.ID, Jakarta -  KH. Muhammad Sholih Tsani beliau adalah ulama besar dari Bungah, Gresik karena keilmuannya, banyak santri yang belajar di pesantren Qomaruddin Bungah, Gresik. Sejak kepemimpinan beliau mulai dikenal tradisi pengajian mingguan untuk para santri kalong yaitu santri yang pulang-pergi, tidak ikut menetap di asrama pesantren.

Mereka mengikuti pengajian yang diselenggarakan setiap Pasaran Legi. Pada umumnya para santri kalong ini berasal dari para tokoh masyarakat, para modin, dan umumnya mereka yang sudah berusia menengah ke atas. Karena pertemuan dan pengajiannya pada kiai setiap pasaran legi, maka akhirnya dikenalah sebutan santri legian.

1. Profil

 KH. Muhammad Sholih Tsani bernama kecil Muhammad Nawawi. Beliau lahir di Desa Rengel, Tuban, pada tahun 1254 H. Ayahnya bernama Madyani (KH. Abu Ishaq) dan ibunya bernama Rosiyah binti KH. Moh. Sholih Awal.

Dengan demikian beliau adalah cucu KH. Muh. Sholih Awal. Kata “Tsani” (berarti yang kedua), yang melekat pada namanya semata mata untuk membedakan dengan nama kakeknya yang dikenal dengan nama KH. Moh. Sholih Awal. Selain itu, Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah memang terdapat tiga pemangku yang bemama depan Moh. Sholih.

UNTUK DAPAT MEMBACA ARTIKEL INI SILAKAN LOGIN TERLEBIH DULU. KLIK LOGIN