Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Seputar Larangan Menimbun Barang (Ihtikar) dalam Islam: Pandangan Syariat dan Dampaknya

03 Feb 2025 · 1.436 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Ihtikar (الاحتكار) dalam Islam merujuk pada tindakan menimbun barang kebutuhan pokok (الاقوات) dengan tujuan menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi ketika masyarakat sangat membutuhkan. Perbuatan ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan besar dengan cara yang merugikan orang banyak. Dalam syariat Islam, ihtikar termasuk transaksi yang hukumnya haram, meskipun secara akad jual-beli tetap dianggap sah.

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Mu’in:

الِاحْتِكَارُ هو إمساك ما اشتراه في وقت الغلاء -لا الرخص- ليبيعه بأكثر عند اشتداد حاجة أهل محله أو غيرهم إليه

“Ihtikar adalah menahan barang yang dibeli di saat harga mahal (bukan murah) dengan tujuan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi ketika masyarakat setempat atau lainnya sangat membutuhkannya.”

Keharaman ihtikar semakin kuat ketika dampaknya menyebabkan kesulitan bagi masyarakat luas, terutama dalam aspek ekonomi. Rasulullah SAW

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →