Jelajahi Wisata Pasuruan dan Beri'tikaf di Makam KH. Abdul Hamid

 
Jelajahi Wisata Pasuruan dan Beri'tikaf di Makam KH. Abdul Hamid

Nama lengkap beliau adalah KH. Abdul Hamid bin ‘Abdullah ‘Umar (Pasuruan), Kiai Hamid lahir pada tahun 1333 H (bertepatan dengan 1914 atau 1915 M) di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya di dukuh Sumur kepel, desa Sumber girang. Sebuah pedukuhan yang terletak di tengah kota kecamatan Lasem. Begitu lahir, bayi itu diberi nama Abdul Mu’thi. Itulah nama kecil beliau hingga remaja, sebelum berganti menjadi Abdul Hamid.

Sewaktu dia belajar di Termas - Pacitan,  sering bermain ke rumah kakeknya, Kiai Shiddiq di Jember dan kadang-kadang bertandang ke rumah pamannya Kiai Ahmad Qusyairi di Pasuruan. Sehingga, sebelum dia pindah ke Pasuruan, dia sudah tidak asing lagi bagi masyarakat disana.

Kiai Hamid yang wafat pada tahun 1982 juga dikenal sebagai orang yang dermawan dan  menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu kanoragan, ketabiban, fiqih, dan  ilmu Arudl .


Komplek Makam

Kompleks Makam Masjid Agung atau Jami berlokasi di sebelah barat atau belakang masjid. Di bagian belakang masjid terdapat makam ulama dan tokoh-tokoh penting Kota Pasuruan, antara lain makam Adipati Nitiadiningrat serta makam KH. Abdul Hamid seorang tokoh pendiri Pondok Pesantren Salafiyah.

Seperti diketahui, keramaian pengunjung makam KH. Hamid itu tidak hanya berlangsung di hari biasa. Pada bulan tertentu, yakni di antaranya bulan Muharam atau Sura dan Ramadan, jumlah peziarah dari luar kota selalu meningkat pesat. Termasuk juga saat libur sekolah. Kehadiran para peziarah juga menghidupkan ekonomi kerakyatan di sekitarnya.
 



Untuk memasuki komplek pemakaman yang terselip di dalam gang dengan lebar sekira 2 meter. Seperti kawasan wisata religi pada umumnya, terdapat kios-kios di sepanjang gang yang menjual buah tangan seperti tasbih, gelang khas arab, hiasan dinding, hingga foto dan buku biografi KH Abdul Hamid.

Lokasi Makam
 

Makam KH. Abdul berada tepat di belakang masjid Agung Al Munawar Pasuruan. Untuk menuju ke sana dengan melewati gang-gang kecil yang berada di  samping masjid. Di gang-gang itu selain terdapat deretan banyak kios yang menjual benda-benda yang berkaitan dengan dunia Islam.